Scroll to Top

Anak-Anak Usia Dini Sudah Mampu Merespons Kesadaran Lingkungan

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 11 Sep 2013

anak bermain

Masa anak-anak merupakan masa yang paling baik untuk menanamkan berbagai hal yang baik. Menurut sebuah studi dari Teacher Training College diBilbao menunjukkan, anak-anak sudah mampu memberikan respons kesadaran terhadap berbagai faktor di lingkungan. Dia mulai belajar dari lingkungan dan bisa memaknai terhadap kejadian di sekitarnya. Demikian dikutip dari Times of India.

Peneliti Jose Domingo Villarroel mengambil sampel dari 118 anak-anak pria dan wanita yang berusia 4 sampai 7 tahun. Mereka adalah siswa di sekolah dasar negeri di Plentzia, Urduliz, dan Sopelana. Para siswa yang terlibat dalam studi langsung diwawancarai oleh Villarroel untuk mendapatkan kesan langsug dari anak-anak terhadap lingkungan.

Pekerjaan yang menurut Villarroel melelahkan ini ternyata membawa hasil yang mengejutkan. Anak-anak yang diwawancarainya rata-rata telah mampu membedakan antara makhluk hidup dan benda mati. Mereka juga memahami bagaimana seharusnya bersikap dalam kaitannya dengan kesadaran lingkungan.

Misalnya, anak-anak memahami bahwa selain manusia ada pula tanaman sebagai makhluk hidup. Demikian juga dalam interaksi di antara manusia, anak-anak berpendapat bahwa menyakiti anak-anak lain atau pun tanaman yang yang ada di sekitar mereka adalah perbuatan tercela. Mereka memahami jika sesuatu yang tercela telah melanggar aturan-aturan sosial. Pada anak yang menganggap tanaman adalah benda mati, mereka juga berpendapat bahwa tanaman tersebut perlu pula dilakukan secara baik.

Villarroel menjelaskan, kemampuan luar biasa anak-anak menanggapi keadaan lingkungan ini sangat dipengaruhi oleh ajaran dari orang tua dan orang-orang yang mendidiknya. Mereka memahami semua itu belum terlalu memakai logika atau rasionalitas.  Oleh sebab itu, mengajarkan nilai moral dan kesadaran dalam lingkungan sebaiknya diajarkan sejak usia dini agar menancap dalam alam bawah sadar anak-anak hingga akhirnya dewasa. Sebaliknya, jika pada usia dini dibiasakan menerima pengajaran yang buruk, maka akan buruk pula perangai anak-anak di kemudian hari.

Studi ini dimuat dalam jurnal SpringerPlus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda