Scroll to Top

Kilas Balik Liga Inggris 1999/2000: Ketika Manchester United Menaklukkan Inggris Dengan Kiper-Kiper “Buruk”

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 24 Sep 2011

Manchester United menjadi juara Liga Inggris tentu bukan barang baru. Apalagi pada musim 1999/2000, Sir Alex Ferguson tengah berpuas atas hasil musim sebelumnya; ketika Setan Merah meraih treble (Juara Liga, Piala FA, dan Liga Champions). Namun, sang juara bertahan dalam tiga turnamen, menghadapi ujian bahkan sejak awal musim.

Kiper utama mereka dalam satu dekade, Peter Schmeichel, pensiun. Sebagai gantinya, Ferguson memboyong Mark Bosnich, yang kebetulan merupakan mantan kiper tim reserves Setan Merah. Selain Bosnich, Fergie membawa pula Quinton Fortune, gelandang Afrika Selatan. Kemudian, ada kiper Massimo Taibi dari Venezia dan Mikael Silvestre dari Internazionale.

Niatan Fergie memperkuat lini belakang sempat diuji hebat. Setan Merah langsung keok dalam dua perebutan gelar. Pertama, dibungkam oleh musuh bebuyutan Arsenal 1-2 di Charity Shield (kelak disebut Community Shield). Lalu, ditaklukkan oleh Lazio 0-1 di Piala Super Eropa.

Walaupun kemudian perjalanan liga Manchester United seperti tidak ada hambatan, tetap saja prahara sempat menghinggapi Setan Merah. Pertahanan mereka begitu mudah bocor dengan kiper-kiper yang tampil di bawah form. Chelsea pun sukses mempermalukan mereka dengan kemenangan 5-0 di Stamford Bridge.

Namun, hanya di sanalah mimpi buruk pertahanan Setan Merah berlanjut. Selebihnya, bahkan meski sempat dihancurkan Newcastle 3-0 di Saint James Park, Manchester United melaju tanpa bisa dihalangi siapa pun. Bahkan, menjelang liga berakhir, David Beckham dan kawan-kawan mencatat rekor 11 kali kemenangan beruntun.

Jarak dengan Arsenal sebagai runner-up pun begitu lebar. Arsenal mengoleksi 73 poin sedangkan Manchester United 91 poin (28 kali menang, 7 kali seri, dan 3 kali kalah).

Sayang, keberhasilan di liga tidak berlanjut dalam kompetisi lain. Setan Merah ditaklukkan oleh Real Madrid di perempat final Liga Champions. Mereka juga tersingkir di ronde ketiga Piala Liga oleh Aston Villa.

Manchester United diminta tidak mengikuti Piala FA (walaupun mereka adalah juara bertahan) demi konsentrasi ke Piala Dunia AntarKlub yang baru pertama kali diselenggarakan. Namun, Setan Merah malah pulang lebih dahulu di babak penyisihan grup, kalah bersaing dari Nexaca dan Vasco da Gama.

Satu-satunya gelar tambahan datang dari Piala Intercontinental. Sebuah gol Roy Keane cukup memenangkan United dari Palmeiras.

Masalah kiper yang dialami Setan Merah musim 1999/2000 kelak berlanjut pada musim berikutnya. Padahal, Fabien Barthez sudah didatangkan dari AS Monaco. Bahkan, Barthez kerap melakukan blunder. Barulah ketika Edwin Van Der Sar diboyong dari Fulham, United kembali memiliki kiper kelas dunia yang benar-benar bisa tampil berkelas di Old Trafford.

 

 

Fakta Manchester United 1999/2000

Premier League: Peringkat 1

Liga Champions: Perempat final (kalah agregat dari Real Madrid 2-3)

Piala Carling: Ronde Ketiga (kalah dari Aston Villa 0-1)

Piala FA: tidak bertanding

Intercontinental Cup: Juara (menang atas Palmeiras 1-0)

Piala Dunia Antar Klub: Penyisihan Grup (posisi ketiga di bawah Vasco da Gama dan Nexaca)

Piala Super Eropa: runner-up (kalah dari Lazio 0-1)

Charity Shield: runner-up (kalah dari Arsenal 1-2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda