Scroll to Top

PSSI Jelaskan Kronologi Sanksi FIFA Untuk Arema

By Agus Prasetyo / Published on Saturday, 14 Sep 2013

PSSI melalui Sekjen Joko Driyono memberikan penjelasan mengenai latar belakang keputusan FIFA yang memberikan sanksi berupa pengurangan tiga poin dan denda sebesar 5.000 franc Swiss (CHF) kepada Arema Indonesia.

Jokdri menjelaskan jika Singo Edan menerima hukuman tersebut, terkait permasalahan Jean Landry Poulangoye pada musim 2009-2010.

Saat itu manajemen Arema mendepak pemain asal asing tersebut sebelum kontraknya berakhir karena penampilannya dinilai tak memuaskan.

Tak terima dengan keputusan tersebut, Landry kemudian melapor kepada FIFA. FIFA baru mengambil keputusan ini tiga tahun kemudian.

Joko mengungkapkan jika FIFA telah mengeluarkan keputusan pada 8 Februari 2013 dan denda seharusnya dibayarkan 21 hari setelah keputusan.

Namun lanjut Joko, keputusan FIFA tersebut tidak diinformasikan dengan baik oleh bagian administrasi terdahulu karena konflik di tubuh PSSI.

“Kami membalas surat FIFA dan meminta hukuman tersebut diimplementasikan pada musim depan mengingat Arema masih dua” ungkap Joko Driyono di kantor PSSI, Jumat (13/9/2013).

Joko menambahkan jika FIFA kemudian berkirim surat balasan pada pekan lalu. Isinya menurut Joko, FIFA memandang bahwa keberadaaan Arema ISL dan Arema IPL bukan urusan mereka.

“Mereka tidak peduli Arema A atau Arema B. Mereka meminta hukuman tersebut dieksekusi pada musim ini. Jika tidak PSSI dilarang ikut serta dalam seluruh kompetisi FIFA” tambahnya.

Hukuman ini sekaligus sebagai pengakuan PSSI bahwa Arema ISL merupakan Arema yang sah. Tidak hanya itu, Joko pun mengerti keberatan dari Arema.

“Mereka tidak tahu dan tidak diinformasikan selama dua tahun sehingga tidak bisa melakukan upaya penyelesaian. Bisa dimengerti keberatan mereka tapi saat ini sudah melampaui tenggat waktu” pungkas Joko Driyono.

Arema diharapkan segera membayar denda kepada FIFA. Seandainya tidak membayar, maka Arema bakal mendapatkan sanksi tambahan berupa degradasi ke tingkat kompetisi yang lebih rendah (Divisi Utama).

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda