Scroll to Top

Kalimat yang Membuat Percekcokan Pasangan Makin Panas

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 14 Sep 2013

pasangan marah

Marah pada pasangan itu wajar. Kehidupan sebuah hubungan tanpa ada perselisihan justru membuat suasana terasa hambar. Persoalan yang datang dan sampai membuat percekcokan kerap berakhir dengan munculnya sikap kedewasaan dari masing-masing pasangan. Akhirnya masalah pun bisa didapatkan solusinya.

Hanya saja, selama berselisih atau adu argumen dengan pasangan, sebaiknya hindari mengucapkan kalimat emosional berikut ini:

  1. “Ini semua kesalahanmu.” Kalimat ini hanya akan membuat percekcokan semakin runcing. Anda berdua bakal terjebak adu mulut karena saling menyalahkan. Kalau pun dia akhirnya memilih diam, maka Anda tidak adil. Sebab, masalah dalam hubungan itu perlu solusi bersama dan belum tentu kesalahan benar-benar ada di pihaknya. Dia juga akan merasa bahwa Anda tidak mampu menjadi pendengar dan pencetus solusi yang baik.
  2. “Kamu mengulangi kesalahan yang sama.” Kalimat ini hanya akan mengungkit kesalahan masa lalu. Hal tersebut hanya akan membuat masalah tidak cepat selesai. Pasalnya, kesalahan masa lalu yang sudah dianggap selesai harus dibahas ulang. Jika begitu, perkelahian akan membuang waktu saja.
  3. “Aku minta cerai” atau “Sementara kita pisah ranjang.” Ini adalah kalimat berbahaya yang bisa membuat percekcokan akan langsung berujung pada perpisahan. Tandanya Anda sudah bersiap mengakhiri hubungan. Namun jika Anda hanya merasakan emosi sesaat, tahanlah jangan sampai muncul ucapan berbahaya tersebut.
  4. “Kamu benar-benar orang brengsek/pengecut.” Panggilan buruk yang bernada sarkasme seperti ini menandakan Anda sudah tidak lagi menganggapnya individu yang layak dihormati. Komunikasi menjadi sulit terkontrol kala seseorang merasa dihina. Jika ingin komunikasi tetap berjalan, panggil pasangan Anda dengan sebutan wajar sekalipun sedang bertengkar.
  5. “Saya perlu bicara denganmu sekarang.” Biasanya kalimat tersebut keluar saat pasangan terlihat tidak mendengarkan ucapan Anda atau enggan menemui  untuk berbicara secara empat mata. Kalimat tersebut seperti ucapan perintah. Seringkali seseorang yang sedang emosi enggan mendengarkan perintah dari orang lain yang membuatnya marah. Oleh karena itu, pilih kalimat yang lebih halus agar dia mau bertemu dan membahas masalah bersama Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda