Scroll to Top

Fosil Gajah dan Kerbau Purba Ditemukan di Sangiran

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 17 Sep 2013
fosil
foto: Kompas

Fosil kepala gajah purba, Stegodon trigonochepalus, ditemukan di daerah Sangiran, Jawa Tengah. Gajah purba yang juga disebut Steggy ini terpendam hampir lima meter di bawah tanah dan diperkirakan berusia 700 ribu sampai 800 ribu tahun yang lalu. Penemuan fosil ada di Desa Grogolan Wetan, Kabupaten Sragen.

Bukan hanya Steggy saja yang ditemukan. Para arkeolog muda dari Pusat Arkeologi Nasional itu juga menemukan artefah berburu zaman Homo erectus dan fosil kerbau purba (Bubalus Palaeokerabau) yang punya jarak kedua ujung tanduk sekitar lebih dari satu meter. Dan, di sekitar fosil Steggy ditemukan bukti pendukung kehidupan kala gajah purba masih hidup. Misalnya lapisan-lapisan endapan tananh yang diperkirakan adanya proses pembentukan cekungan purba di Sangiran.

Diperkirakan gajah ini mendiami Asia sejak 5 juta sampai 10 ribu tahun lalu. Menurut kondisi giginya kemungkinan makanan Steggy adalah daun lembut. Jika diamati dari kondisi struktur tanah, dulunya Sangiran merupakan laut dalam dan menjadi daratan pada 900 ribu tahun lalu. Steggy melakukan migrasi ke daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Timur. Saat itu semua pulau masih menyatu dalam sebuah daratan.

“Ini satu-satunya contoh yang baru kita punya di Indonesia yang siap ditunjukkan ke publik,” kata Truman Simanjuntak, ketua penelitian dan profesor riset bidang arkeologi prasejarah, dikutip Kompas.

Sangiran memang surganya perkembangan ilmu arkeologi untuk zaman prasejarah. Banyak fosil yang mendunia. Salah satunya adalah Homo erectus yang diduga berhubungan dengan evolusi manusia. Fosil tengkoraknya dinilai termasuk lengkap dan dinamai Sangiran 17 atau S 17.

“Ciri fisik Sangiran 17 dengan dahi sangat datar, tulang kening menonjol, orbit mata persegi, pipi lebar menonjol, mulut menjorok ke depan, tengkorak pendek memanjang. Berdasarkan morfologi tengkorak S17 adalah individu laki-laki dewasa, dia hidup di Sangiran pada saat Sangiran didominasi lingkungan sungai yang luas sekitar 700.000 tahun yang lalu,” kata Harry Widianto, dikutip Sindonews.

Jika Anda tertarik mengunjungi Sangiran, letaknya sekitar 15 kilometer sebelah utara Kota Solo. Wilayahnya terdapat di antara Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar. Untuk menuju ke sana bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda