Scroll to Top

BlackBerry Rugi Rp 11,3 Triliun, Menyerah Bersaing dengan Android & iOS

By Ditya / Published on Saturday, 21 Sep 2013

Blackberry

Kabar kurang sedap muncul dari pembesut BBM, yakni BlackBerry karena baru-baru ini perusahaan yang berbasis di Kanada tersebut mengumumkan kerugian operasional yang mencapi sekitar US $1 miliar atau kurang lebih Rp 11,3 triliun pada kuartal kedua pada periode ini dan perusahaan tersebut akhirnya menyerah dan mundur dari persaingan dengan Android serta iOS.

BlackBerry akhirnya mengambil keputusan yang cukup sulit dengan mundur dari persaing smartphone melawan Android, Apple iOS, dan Windows Phone. Perusahaan pembesut OS BlackBerry 10 ini telah kehabisan nafas untuk mengejar para pesaingnya dan memutuskan untuk mengibarkan bendera putih.

Perusahaan yang dipimpin oleh CEO Thorsten Heins ini mengalami kerugian operasional yang cukup besar, yakni mencapai Rp 11,3 triliun. Sebagian besar kerugian ini kabarnya disebabkan oleh kegagalan BlackBerry 10 dan smartphone full touchscree BlackBerry Z10.

Kabar kerugian BlackBerry ini berdampak serius dengan anjloknya nilai saham perusahaan tersebut hingga 24%. Isu pemangkasan jumlah karyawan pun menjadi kenyataan karena BlackBerry akan melakukan PHK bagi 4500 karyawan atau 40% tenaga kerja perusahaan tersebut sampai akhir tahun ini.

Berita memalukan tentang kerugian BlackBerry ini bersamaan dengan kehadiran aplikasi BlackBerry Messenger atau BBM untuk Android dan iOS. Tak hanya itu, BlackBerry dikabarkan hanya mampu menjual sekitar 3,7 juta unit smartphone selama periode 3 bulan terakhir dan mayoritas dari produk tersebut adalah produk berbasis BlackBerry OS 7.

“Kami melakukan implementasi yang sulit, tetapi perlu perubahan operasional yang telah diumumkan hari ini untuk mengatasi posisi kami di industri agar kembali ke posisi yang kompetitif dan menguntungkan,” kata CEO BlackBerry, Thorsten Heins.

Seperti yang dilansir dari Phone Arena (20/09/2013), BlackBerry akan meninggalkan pasar smartphone dan fokus untuk pasar enterprise. Lalu, apakah nasib BlackBerry akan berakhir seperti Nokia yang diakuisisi Microsoft? Entahlah, beberapa waktu lalu Microsoft sempat dikabarkan tertarik dengan BlackBerry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda