Scroll to Top

NAM Air Pesan 100 Pesawat Terbang R80 Buatan Indonesia. Apa Hebatnya?

By Ilham Choirul / Published on Sunday, 29 Sep 2013

nam air

NAM Air, maskapai baru yang merupakan anak usaha PT Sriwijaya Air segera diperkuat dengan 100 unit pesawat terbang baru buatan dalam negeri. NAM Air telah menjalin kesepakatan dengan PT Regio untuk pembuatan pesawat R80 (Regio Prop 80). Rencananya pesawat R80 akan diserahterimakan pada 2018.

PT Regio Aviasi Industri adalah  perusahaan yang didirikan secara patungan antara PT Ilthabie Rekatama dan PT Eagle Capital. PT Ilthabie Rekatama merupakan perusahaan yang dipimpin Ilham Habibie dan PT Eagle Capital milik Erry Firmansyah, mantan direktur utama Bursa Efek Indonesia.

“Kami ingin support untuk gunakan produk dalam negeri. Kami komitmen, sepakati ingin beli 100 pesawat R80, kami optimistis pembiayaan lembaga keuangan Indonesia, mampu membiaya produk ini. Saya bisa merajut negara kepulauan dengan pesawat itu,” kata  Chandra Lie, direktur utama PT Sriwijaya Air, seperti dikutip Bisnis.com.

Soal pesawat R80 mungkin belum banyak yang tahu. Diungkapkan maestro pesawat terbang, BJ Habibie, R80 adalah generasi lanjutan dari N250 yang dibuat oleh PT Dirgantara Indonesia. N250 sudah cukup terkenal di luar negeri dengan kemantapan teknologi di dalamnya. Dan, R80 ini nanti memiliki spesifikasi yang lebih tinggi dari N250. Namun BJ Habibie masih merahasiakan sisi “hebat” pesawat ini.

Pesawat R80 turut ditangani oleh Ilham Akbar Habibie, putra dari BJ Habibie. Secara dimensi, R80 terlihat lebih besar dan memiliki kapasitas tempat duduk hingga 80 kursi. Dikutip Okezone, konon mesin dan sistem pengendaliannya berbeda dengan N250, dan R80 menggunakan baling-baling sebagai penggeraknya. Dari sisi bahan bakar juga lebih hemat pemakaiannnya.

NAM Air membuka peluang maskapai baru yang berbasis di wilayah kabupaten atau kotamadya. NAM Air bersama Sriwijaya Air bersinergi di kelas medium dan menjadi feeder untuk Sriwijaya Air. Rute penerbangan pendek telah disusun untuk melayani penumpang. Di antaranya adalah Jakarta-Sorong, Jakarta-Kupang, Jakarta Pangkalpinang, Jakarta-Pontianak, Surabaya-Luwuk, Surabaya-Pangkalanbun, Surabaya-Biak, Surabaya-Denpasar, Denpasar, Waingapu, Denpasar-Maumere, dan Denpasar-Kupang.

Ada lima unit Boeing 737-500 yang dioperasikan perseroan. Kapasitas penumpangnya sebanyak 120 kursi. Untuk kelasnya ada eksekutif dan ekonomi, masing-masing terdiri dari 8 kursi dan 112 kursi. Maskapai ini akan terbang mulai 1 Oktober 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda