Scroll to Top

Sebaiknya Balita Duduk Hadap Belakang Saat Naik Mobil

By Ilham Choirul / Published on Monday, 26 Sep 2011

Balita yang berusia 0-2 tahun sebaiknya mendapat perlakuan khusus saat diajak pergi menggunakan mobil. Perlakuan ini terkait dengan caranya duduk. Perkumpulan dokter anak di Amerika Serikat (American Academy of Pediatrics) menyarankan agar bayi didudukkan menghadap ke belakang. Posisi tersebut paling memungkinkan untuk menghindari cedera kepala, leher, dan tulang belakang pada balita, jika saja mobil mengalami kecelakaan.

Pernyataan tersebut sempat membuat resah sebagian masyarakat di Amerika. Beberapa di antaranya mengeluhkan balitanya gelisah saat dihadapkan ke belakang. Meski cara aman berkendara tersebut sudah diketahui secara umum, namun belum dijadikan peraturan baku di Amerika.

Sementara itu, sebuah studi mengatakan, anak di bawah usia dua tahun memiliki kemungkinan 75 persen lebih besar tewas atau cedera berat saat mereka dihadapkan ke depan sewaktu kecelakaan terjadi. Studi ini dipublikasikan jurnal medis Injury Prevention.

Saat balita menghadap depan, kepalanya dapat terantuk ke depan yang menimbulkan risiko cedera leher dan atau tulang belakang. Padahal, usia kurang dari dua tahun leher dan tulang belakangnya belum kokok. Kepalanya relatif lebih berat.

Dennis Durbin, dokter dari American Academy of Pediatrics, mengatakan, kesadaran orangtua terhadap masalah ini diakuinya belum merata. Sosialisasi juga kurang memadai untuk orang tua. Namun, inilah posisi teraman saat ini untuk melindungi balita saat tabrakan. Bahkan, juga bisa diterapkan bagi penumpang usia dewasa kalau mau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda