Scroll to Top

Samsung, LG, Asus & HTC Curangi Benchmark Android

By Ditya / Published on Thursday, 03 Oct 2013
Benchmark
Benchmark

Kabar mengejutkan muncul dari situs teknologi Anandtech yang menyebut Samsung, LG, Asus, dan HTC telah berlaku curang di beberapa benchmark Android. Hal ini diketahui setelah Anandtech melakukan uji coba dan analisa beberapa produk andalan vendor tersebut.

Benchmark sendiri adalah sebuah perangkat lunak yang didesain khusus untuk mengukur kinerja prosesor dan pengolah grafis dengan standar tertentu.

Beberapa waktu lalu sempat ramai diberitakan bahwa smartphone Galaxy S4 baik varian Snapdragon 600 maupun Exynos 5410 mencurangi benchmark Android. Kini beberapa produk baru seperti Galaxy Note 3, LG G2, HTC One, HTC One Mini, Galaxy Note 10.1, Asus PadFone Infinity diketahui melakukan hal yang sama.

Seperti apa sebenarnya bentuk kecurangan tersebut? Pada handset Galaxy S4 baik Snapdragon 600 maupun Exynos 5410, Samsung telah mendeteksi keberadaan software benchmark tertentu dan otomatis akan meningkatkan tegangan dan frekuensi prosesor dan pengolah grafis agar mencetak skor yang tinggi di benchmark tersebut.

Anandtech melakukan uji coba dengan menggunakan beberapa benchmark populer di Android, antara lain adalah 3DMark, AnTuTu, AndEBench, Basemark X, Geekbench 3, GFXBench 2.7, dan Vellamo, Hasilnya? Samsung, HTC, Asus, dan LG melakukan optimasi atau kecurangan di beberapa benchmark tersebut.

LG yang diwakili smartphone G2 juga diketahui melakukan kecurangan di beberapa benchmark, meski tak segencar Samsung. HTC juga diketahui melakukan hal yang sama melalui smartphone One dan One Mini di beberapa benchmark saja.

Hal yang berbeda terjadi pada Apple, Motorola, dan jajran produk Nexus yang berdasarkan hasil pemngujian yang dilakukan Anandtech, produk tersebut sama sekali tidak melakukan kecurangan. Begitu juga dengan konsol game Nvidia Shield tidak melakukan optimasi.

Seperti yang dilansir dari AnandTech (02/10/2014), kecurangan ini memang tak secara langsung merugikan pengguna, tetapi dapat digunakan untuk menipu pengguna yang menginginkan produk dengan performa tinggi berpatokan pada angka yang dihasilkan di benchmark.

Perlu diketahui, hasil benchmark yang tinggi belum tentu menghasilkan performa yang cepat dalam menjalankan aplikasi atau real-world application. Hal yang serupa juga sering terjadi di PC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda