Scroll to Top

Lurah Susan Dianggap Tak Pantas Jadi Lurah Karena Terlalu Cantik?

By Tyas / Published on Thursday, 03 Oct 2013

susan-jasmine-zulkifli

Kasus Lurah Susan Jasmin Zulkifli menampilkan fakta baru. Setelah beberapa waktu lalu dikatakan demo menuntut pencopotan sang lurah karena lurah Susan beragama Kristen yang berbeda dengan penduduk daerah yang dipimpinya, Lenteng Agung yang mayoritas beragama Islam, kali ini penyebab lain demo pun terkuak. Lurah Susan dinilai tak pantas menjabat sebagai lurah karena parasnya terlalu cantik.

Fakta ini dibeberkan oleh Siti Maimunah, salah seorang warga RT 14 RW 03, Lenteng Agung. Siti mengaku jika bicara soal kinerja, lurah Susan memang di atas rata – rata. Lurah Susan selalu menghimbau para warganya untuk terus menjaga kebersihan. Ia bahkan tak pernah malu untuk ikut terjun langsung jika diadakan kerja bakti di daerah tersebut. Lurah Susan benar – benar menerapkan apa yang dilakukan atasannya, Joko Widodo kepada warga Lenteng Agung. Namun masalahnya bukan itu. Lurah Susan yang berparas ayu dan berkulit kuning langsat ini menjadi daya tarik tersendiri di acara kerja bakti tersebut. Menurut Siti, bapak – bapak banyak yang semangat ikut kerja bakti bukan karena ingin menjaga kebersihan tetapi karena ingin bertemu bu lurah.

“Bapak – bapak ada yang malah ganjen sekarang. Mereka pakai minyak wangi lah kalau kerja bakti. Sok kerajinan gitu deh,” tandas Siti Maimunah seperti dilansir detiknews (3/10).

Alhasil, para pendemo yang mayoritas adalah ibu – ibu yang tak terima dengan kelakuan aneh suami – suami mereka pun meminta lurah Susan segera diberhentikan dan diganti dengan lurah laki-laki saja.

“Ya bingung aja cakep-cakep ngapain jadi lurah. Mending pria saja yang lurah,” cetus warga lain.

Wah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda