Scroll to Top

Akil Mochtar, Ketua MK: Ditangkap KPK, Tak Tahu Apa-Apa

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 04 Oct 2013

Akil Mochtar, Ketua MK Ditangkap KPK

Akil Mochtar, Ketua MK (Mahkamah Konstitusi) ditangkap KPK pada Rabu, 2 Oktober 2013 malam hari. Ia diduga menerima suap sengketa Pilkada di kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Kabupaten Lebak, Banten.

Penangkapan Akil Mochtar ini mendapatkan sorotan luar biasa dari masyarakat. Pria yang lahir pada 18 Oktober 1960 ini baru beberapa waktu menggantikan Mahfud MD sebagai Ketua MK. Sebelumnya, Akil Mochtar juga dikenal sebagai sosok yang menggemakan semangat anti korupsi. Semisal kalimatnya, yang menyatakan koruptor sebaiknya, “dimiskinkan dan dipotong jari” demi memberikan efek jera kala mereka berbaur dengan masyarakat.

KPK sendiri menangkap Akil di rumahnya, bersama dengan Chairun Nisa, anggota DPR, dan Cornelis Nalau, pengusaha asal Palangkaraya. Dilaporkan Kompas, KPK juga menyita uang sebesar Rp 3 miliar yang rencananya akan diberikan Chairun Nisa dan Cornelis untuk ‘mengurus’ sengketa Pilkada di Gunung Mas.

Namun, Akil tidak hanya bermasalah terkait dengan pilkada di salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah ini. Ia juga, bersama advokat Susi Tur Andayani, diduga menerima uang suap sebesar 1 miliar dari Tubagus Chaery Wardana terkait dengan Pilkada Banten.
Tubagus adalah adik Ratu Atut, suami walikota Tangeran Selatan, Airin Racmi Diany. Ratu Atut yang juga merupakan Gubernur Banten, sudah dicegah KPK bergerak ke luar negeri.

Akil mengaku tak tahu menahu tentang kehadiran Chairun Nisa dan Cornelis ke rumahnya. Katanya kepada wartawan, seperti dikutip Kompas, “Saya tidak tahu maksud dan kepentingannya apa.” Ia juga menegaskan, begitu ia berada di teras untuk menemui dua ‘tamunya’ KPK langsung meringkus.

Mahfud MD yang sebelumnya digantikan Akil, menyarankan agar Akil Mochtar mundur saja dari jabatannya. Dikutip dari vivanews, “Kalau sudah ditangkap KPK, belum pernah ada satupun yang bisa lolos. Pak Akil mundur saja tanpa harus menunggu proses hukum selesai, meniru Presiden PKS Luthfi Hasan yang mundur sehari setelah ditangkap KPK.”

Foto: TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda