Scroll to Top

Kilas Balik Liga Italia Musim 2006/2007: Gelar Pertama Internazionale Setelah 18 Tahun

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 27 Sep 2011

Musim 2006/2007 diawali dengan kabar duka sekaligus bahagia untuk sepakbola Italia. Disebut kabar baik karena Italia sukses menjuarai Piala Dunia 2006 setelah menekuk Prancis dalam drama adu penalti.

Disebut pula berita duka karena liga mereka yang pernah disebut sebagai liga terbaik dunia, ternodai oleh skandal pengaturan skor. Tidak tanggung-tanggung, para pelakunya adalah tim-tim papan atas seperti Juventus, AC Milan, dan Lazio.

Juventus terkena sanksi paling berat. Untuk pertama kalinya mereka mesti berlaga di Serie B. Mereka memang tidak terdegradasi dari sisi klasemen akhir musim sebelumnya, bahkan Juventus adalah juara bertahan. Namun, skandal pengaturan skor membuat mereka kehilangan gelar plus mesti memulai laga Serie B dengan pengurangan sembilan poin.

Di Serie-A, Lazio terkena pengurangan tiga poin, AC Milan 8 poin, dan Fiorentina 15 poin. Awalnya, Reggina juga mendapatkan hukuman yang sama dengan Fiorentina, namun akhirnya cuma dikurangi 11 poin. Ajaibnya, semua tim yang dikurangi poinnya justru tampil luar biasa sepanjang musim. Kelak, Lazio dan AC Milan bahkan bisa meraih tiket ke Liga Champions.

Sang juara akhir musim, Internazionale, mendapatkan keuntungan dengan melenyapnya para pesaing. Cuma Roma yang sempat mengajak mereka berpacu. Namun, pada pekan 33, ketika liga masih menyisakan lima pekan, Inter sudah memastikan gelar juara dengan selisih 18 poin yang tak bisa dikejar oleh Sang Serigala.

Terlepas hilangnya Juventus dan “melemahnya” AC Milan plus Lazio, Internazionale memang tampil sangat konsisten sepanjang musim. Tercatat, mereka cuma sekali kalah di tangan AS Roma. Bertemu di Stadion Giuseppe Meazza, Inter kalah 1-3. Selebihnya, tidak ada ganjalan berarti.

Pasukan Roberto Mancini meraih gelar juara liga pertama mereka setelah 18 tahun. Gelar juara terakhir diperoleh pada musim 1989. Sejak saat itu, Internazionale berkali-kali bersaing untuk mendapatkan scudet, tapi selalu kandas. Termasuk saat dikudeta Juventus di pekan terakhir dalam Liga Italia musim 2001/2002.

Salah satu pembelian tergemilang Inter adalah Zlatan Ibrahimovic. Pengkhianat Juventus yang tak mau bermain di divisi bawah ini mencetak 15 gol di liga. Selain itu, ada Hernan Crespo. Pemain buangan Chelsea ini malah menajam sebagai pinjaman di Nerazzuri. Crespo menjadi top skorer Internazionale di seluruh kompetisi dengan 20 gol.

Yang menarik, si pembuat masalah Marco Materazzi, yang pada final Piala Dunia 2006 memprovokasi Zinedine Zidane hingga salah satu pemain terbaik dunia itu menanduk kepalanya, ikut-ikutan menjadi pemain subur. Meskipun posisinya cuma bek, Materazzi berhasil mengoleksi 10 gol sepanjang liga.

Dari sisi pelatih, keberhasilan Internazionale adalah keberhasilan Roberto Mancini pula. Sebelumnya, Mancini sempat menangani Lazio, klub yang dibelanya semasa menjadi pemain. Di Lazio, bakat melatih Mancini sudah terlihat. Dengan pemain “seadanya”, ia bisa membawa Biancocelesti menjadi tim yang cukup dihormati.

Di Internazionale, keberhasilan Mancini tak tertahankan lagi. Setelah menukangi Inter sejak musim 2004/2005, ini adalah raihan scudetto pertamanya di lapangan —karena juara musim 2005/2006 diberikan kepada Internazionale meski Juventus adalah pemuncak di klasemen akhir— Apalagi, di tangannya, Nerazzuri berhasil memenangi 17 pertandingan berturut-turut pada musim kebangkitan Inter ini. Rekor ini dimulai sejak pekan ke-8, ketika Internazionale menghajar Livorno 4-1. Rekor ini putus setelah pasukan Roberto Mancini menaklukkan tuan rumah Catania 2-5 di pekan 24. Pada pekan berikutnua, meskipun bertindak sebagai tuan rumah, Nerazzuri cuma bisa memetik 1 angka dengan hasil 1-1.

 

Fakta Internazionale Musim 2006/2007

Serie-A: Juara (97 poin)

Coppa Italia: Final (kalah agregat 4-7 dari AS Roma)

Liga Champions: 16 besar (kalah agresivitas memasukkan gol tandang dari Valencia [agregat 2-2])

Supercoppa Italiana: Juara (menang 4-3 dari AS Roma)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda