Scroll to Top

Batik di APEC Bali Disebut ‘Silly Shirts’ oleh Media Asing

By Ibnu Azis / Published on Tuesday, 08 Oct 2013

Batik APEC

Batik, pakai tradisonal kebanggaan bangsa Indonesia di perhelatan KTT APEC 2013 di Bali disebut ‘silly shirt’ oleh sejumlah media asing. Ungkapan itu bisa merujuk ke ‘konyol’ atau ‘lucu’. Namun, jangan salah penafsiran terlebih dahulu.

Jika menilik ke belakang, ‘silly shirt’ sejatinya merupakan sebuah tradisi rutin di perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation atau KTT APEC sejak tahun 1993 di Seattle, Amerika Serikat. Kala itu Presiden AS Bill Clinton ‘mendandani’ para pemimpin negara dengan jaket kulit khas Angkatan Udara AS, Airbone.

Setahun berselang, di KTT APEC di Bogor, Indonesia, Presiden Soeharto lakukan hal serupa dengan mengenakan ‘seragam’ berjenis batik di Istana Bogor. Sejak itulah pihak penyelenggara atau tuan rumah tak hanya sediakan tempat serta fasilitas namun juga pakaian khas untuk para pemimpin negara untuk sesi foto bersama.

Akan tetapi di dua KTT terakhir di Vladivostok, Rusia (2012) dan Honolulu, Hawai (2011) tradisi ini redup. Tim Barack Obama membujuk untuk merehat tradisi itu meski pakaian yang telah disiapkan sudah dibagikan. Waktu itu tak ada masalah jika ada kepala negara yang ingin memakainya.

Silly Shirts
Tradisi ‘Silly Shirts’ di KTT APEC Vietnam (2006)

Setahun sebelum KTT APEC di Honolulu, di Singapura, Barack Obama berjanji akan memaksa para pemimpin APEC untuk mengenakan pakaian tradisional Hawai. Rusia pun bersikap senada. Namun karena alasan tertentu urung dilakukan.

Nah, tradisi rutin yang sempat hilang ini dihidupkan di Bali pada KTT APEC 5 – 7 Oktober 2013 lalu. Dan tradisi itu dikenal dengan istilah ‘silly shirt photo’. Sejumlah media asing menulis tentang ini. Sebut saja Daily Mail dan Mercury.

Situs Themercury.com.au menulis tajuk Indonesia reintroduces APEC ‘silly shirts’. Sedangkan DailyMail.co.uk menulis tajuk Vladimir Putin US Secretary State John Kerry Continue Silly Shirts Tradition.

Jika secara harfiah istilah yang dimaksud memang akan bermakna berbeda. Namun jika menilik dari roh dan tradisi APEC sendiri, Indonesia secara tidak langsung telah menghidupkan kembali tradisi ini yang sempat hilang di perhelatan KKT APEC sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda