Scroll to Top

Kilas Balik Inter Milan 2009/2010: Ketika Mourinho Menguasai Italia dan Eropa

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 27 Sep 2011

Musim 2009/2010 adalah musim terakhir Jose Mourinho di Italia (bersama Internazionale, entah kelak). Mengawali musim dengan buruk, kalah dari Lazio dalam Supercoppa Italiana, The Special One menutup sejarah bersama Nerazzuri dengan luar biasa. Ia sukses membawa Internazionale untuk pertama kalinya melakukan treble juara: Liga Italia, Coppa Italia, dan Liga Champions; gelar yang gagal diwujudkan Mou di klub sebelumnya, Chelsea.

Musim ini, lebih dari 89 juta euro dikeluarkan Massimo Moratti, presiden Internazionale. Ia membeli striker Argentina, Diego Milito, dari Genoa. Tak lupa, sebuah pembelian penting lain, Samuel Eto’o yang dibarter Zlatan Ibrahimovic plus uang 49,5 juta Euro. Gelandang Real Madrid, Wesley Sneijder, juga menjadi belanja akurat Moratti yang biasanya sering membuang uang untuk pemain “kurang berguna”.

Ketika memulai musim dengan berlaga di Cina pada Supercoppa Italiana, secara mengejutkan Internazionale didepak Lazio 1-2. Lima belas hari kemudian, dalam laga awal Serie-A, Nerazzuri cuma bermain imbang 1-1 dengan Bari di kandang sendiri. Pesimisme pun merebak. Apalagi duel berikutnya adalah melawan tim sekota, AC Milan. Mourinho menunjukkan ia memang pelatih spesialis menangani tekanan. Internazionale menang 4-0 dan melaju cukup lancar di Serie-A.

Posisi puncak berhasil didapatkan Nerazzuri  di pekan ketujuh, dan bertahan hingga hampir menjelang akhir musim. Petaka terjadi pada pekan 33. Cuma bermain imbang dengan Fiorentina 2-2 di kandang lawan, posisi pemuncak klasemen jatuh ke tangan AS Roma. Beruntunglah, performa Internazionale membaik dalam lima laga sisa dengan meraup semua kemenangan. Roma yang berjuang mati-matian, tak bisa menipiskan jarak 2 poin. Pesta gelar juara Liga tiga kali berturut-turut pada masa Mourinho —dan lima kali berturut-turut secara keseluruhan— terjadi di Siena. Sebuah gol Diego Milito cukup mengunci kemenangan Inter, 0-1 saja.

Di Coppa Italia, Inter kembali berduel dengan Roma di final. Lagi-lagi, Nerazzuri berhasil mengatasi Si Serigala. Berduel di Olimpico, lagi-lagi Diego Milito menjadi pahlawan dengan golnya di menit 40.

Keberhasilan Internazionale di dua kompetisi berlanjut ke tingkat Eropa. Awalnya, Inter sempat menjadi pecundang saat ditekuk Barcelona 0-2 di Camp Nou (kekalahan tertelak Inter musim itu) dan bermain imbang 0-0 di Giuseppe Meazza. Dua pertandingan ini terjadi di penyisihan grup.

Kedua tim kembali bertemu di semifinal. Barcelona yang mesti menempuh perjalanan darat yang melelahkan, dibekap 3-1 di kandang. Lalu, Inter benar-benar bisa membalaskan dendam mereka di babak penyisihan setelah cuma kalah 1-0 di Camp Nou.

Terakhir, di final, menghadapi Bayern Muenchen, kembali Diego Milito yang menjadi pahlawan. Dua golnya mengatasi perlawanan FC Holywood dan menutup masa Jose Mourinho di Italia dengan treble gemilang. Untuk pertama kalinya pula Mourinho mengangkat trofi Liga Champions setelah lima tahun. Gelar pertamanya didapatkan saat masih menangani Porto.

 

Fakta Internazionale 2009/2010

Serie-A: Juara (poin 82)

Coppa Italia: Juara (menang 1-0)

Liga Champions: Juara (menang 2-0 atas Bayern Muenchen)

Supercoppa Italiana: Runner-up (kalah dari Lazio 1-2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda