Scroll to Top

Jack Dorsey Pencipta Twitter, Sempat Berfikir Gabung ke Facebook

By Ibnu Azis / Published on Thursday, 10 Oct 2013

Jack Dorsey

Jack Dorsey, pencipta Twitter yang kini menjabat sebagai Chairman, tahun 2007 lalu nyaris bergabung dengan Facebook. Dalam sebuah buku tulisan kolumnis The New York Times Nick Bilton, cerita ini terkuak.

Buku itu sendiri bertajuk Hatching Twitter: A True Story of Money, Power, Friendship, and Betrayal, yang akan segera diterbitkan oleh Penguin/Portfolio pada bulan November nanti. Berikut sepenggal kisahnya seperti dinukil dari situs All Facebook.

Menurut sebuah kutipan pada buku tersebut, cerita ini bermula ketika kekuasaan Jack Dorsey dilucuti. Kala itu ia menjabat sebagai CEO Twitter yang kemudian digeser menjadi Chairman.

Di Twitter, Jack Dorsey miliki tingkah laku yang cukup ‘tak biasa’ sebagai CEO, pemimpin tertinggi perusahaan. Dia meninggakan kantor pukul enam sore untuk kemudian mengikuti kelas menggambar, yoga, serta kursus fashion. Bahkan, pemilik akun @jack ini juga ingin mendesain rok serta celana jeans.

Suatu sore di musim panas, Evan Williams, salah satu Co-Founder Twitter meminta untuk bertemu Jack Dorsey. Ia sepertinya mengeluh tentang kebiasaan rekannya itu selama ini. Ia kemudian berkata padanya:

“Anda bisa menjadi penjahit (desainer) atau CEO Twitter, tapi tidak menjadi keduanya,” ujar Evan Williams.

Jack Dorsey diam-diam geram ternyata rekannya protes akan polah tingkahnya. Suatu malam dalam sebuah pertemuan rutin mingguan, ia menjadi sangat defensif. Jack kemudian bertanya ke Williams:

“Apa Anda ingin jadi CEO?,” ujarnya. Williams pun menjawab dengan spontan. “Ya, saya ingin. Saya miliki pengalaman cukup untuk itu,” ketusnya.

Pasca kejadian itu Jack Dorsey kemudian mempersiapkan pengunduran dirinya. Pesangon USD 200 ribu telah disiapkan dan hampir tak ada yang mengetahui jika pencipta Twitter ini telah ‘dipecat’ dari jabatan CEO.

Beberapa pekan kemudian, Facebook menjajaki kemungkinan menggaet Jack Dorsey. Mereka telah siapkan langkah ‘akuisisi’ inovator muda berbakat ini. Konon, sehari setelah ‘digulingkan’, Mark Zuckerberg dan Jack Dorsey telah bertemu secara diam-diam.

Rumor lain menyebut, Mark Zuckerberg kala itu sebenarnya ingin akuisisi Twitter. Tapi mengetahui jika Jack Dorsey telah hengkang, ia ingin memboyong penciptanya saja. Kala itu ia berujar ke pencipta Facebook jika:

“Mari kita terus berbicara dan melihat apakah kita dapat menemukan posisi yang tepat untuk saya,” jawabnya.

Nyatanya Jack Dorsey enggan tanggapi permintaan Mark. Ia masih mencintai Twitter sebagai ‘anaknya’ dan mempertimbangkan konsekuensi lain. Sebut saja kepercayaan investor yang bisa saja runtuh akibat keputusannya.

Apa yang jadi pertimbangannya cukup masuk akal. Sebab, pada tahun itu Twitter masih sedang belajar merangkak. Padahal, Jack Dorsey sempat berfikir serius untuk terima ajakan Zuckerberg.

“Aku harus memikirkan hal ini,” akunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda