Scroll to Top

Besarnya Keutamaan Puasa Dzulhijjah 10 Hari Awal

By C Novita / Published on Friday, 11 Oct 2013

puasa arofah

Bulan Dzulhijjah telah tiba, namun banyak diantara kita yang tidak menyadari dan tidak tahu bahwa ada segudang keutamaan yang terdapat di dalamnya. Selain ada Hari Raya Idul Adha atau lebih dikenal di Indonesia sebagai Hari Raya Qurban, terdapat pula amalan utama sebelumnya yaitu shaum sunnah pada 10 hari di awal bulan. Jadi tanggal 1-9 Dulhijjah disunnahkan kaum muslimin untuk shaum, sebelum Idul Adha.

Bahkan dikisahkan bahwa para generasi salaf lebih bersemangat untuk melakukan shaum awal bulan Dulhijjah, ketimbang puasa 6 hari di bulan Syawal. Mengapa? Sebab para ulama di generasi awal Islam tidak tercatat berselisih mengenai sunnahnya puasa di awal Dzulhijjah.

Sedangkan puasa 6 hari bulan Syawal, masih terdapat perselisihan mengenai sunnahnya. Misalnya Imam Malik yang berpendapat bahwa puasa tersebut tidak sunnah untuk dilakukan. Adapun dalil yang digunakan untuk menunjukkan utamanya ibadah awal bulan Dzulhijjah adalah berikut ini:

Rasulullah SAW bersabda:

Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.”

Hadist lain yang diriwayatkan oleh Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi SAW mengatakan yang artinya:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya,…”

Sahabat yang kerap menjalankan shaum 9 hari awal Dzulhijjah antara lain adalah Ibnu ‘Umar, Ulama Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin, juga Umar Ibn Khatab, dan fuqoha yaitu Abdullah bin Mawhab.

Sedangkan puasa pada 9 Dzulhijjah atau hari Arafah, keutamaannya adalah dapat menghapus dosa setahun yang lalu, juga setahun yang akan datang.

Itu seperti yang terdapat dalam sebuah riwayat hadist Abu Qotadah, Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”

Nah, masih ada waktu bagi kita untuk melaksanakan puasa atau shaum awal bulan Dzulhijjah ini. Selamat beribadah.
Sumber: Muslim.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda