Scroll to Top

Miralem Pjanic: Si Pangeran Kecil Semakin Menggila di Roma

By Wan Faizal / Published on Saturday, 19 Oct 2013

Pjanic-Ljajic

Pertandingan AS Roma vs Napoli sempat membuat kubu tuan rumah ketar-ketir ketika Sang Pangeran Francesco Totti mengalami cedera paha dan harus ditarik keluar di babak pertama. Disaat butuh sang pengendali permainan, Roma sangat beruntung karena mereka masih punya seorang Miralem Pjanic yang semakin menunjukkan perkembangan pesat di Roma dan mengemas dua gol kemenangan Roma di laga tersebut serta menggantikan peran Totti dengan sempurna. Istilahnya, tak ada “The Prince”, “The Little Prince” pun jadi.

Pjanic memang bermain brilian di laga tersebut. Bersama Kevin Strootman dan Daniele De Rossi, ia membuat lini tengah Roma begitu kokoh. Pjanic yang bertugas menyuplai bola pada lini depan juga menjalankan tugasnya dengan baik.

Puncaknya ketika memasuki menit 45, Paolo Cannavaro melanggar Gervinho di depan kotak penalti Napoli. Pjanic yang maju sebagai eksekutor mengirim sebuah tendangan bebas indah yang gagal digapai Pepe Reina. Seisi Stadio Olimpico pun lantas meneriakkan nama Pjanic, Sang Pangeran Kecil.

Pjanic-Strootman

Di babak kedua, Pjanic kembali mengemas gol bagi tuan rumah. Kali ini lewat eksekusi penalti setelah Marco Borriello dijatuhkan oleh Cannavaro di kotak penalti Napoli. Dengan dingin, Pjanic mengirim Reina ke arah yang salah.

Jika diamati, performa Pjanic memang semakin berkembang sejak datang ke Roma pada 2011 lalu. Pada masa adaptasinya di musim pertama di bawah asuhan Luis Enrique, Pjanic belum terlalu menonjol pada awalnya, tapi perlahan namanya menjadi salah satu tulang punggung di sektor tengah Roma. Total ia mencetak tiga gol dan sembilan assist di musim pertamanya di Serie-A.

Musim keduanya bersama Zdenek Zeman, namanya agak tersingkir dan terkadang hanya dimainkan dari bangku cadangan. Namun itu semua tak menyurutkan potensi Pjanic untuk unjuk gigi. Kala Zeman lengser dan digantikan Aurelio Andreazzoli, Pjanic pun kembali mendapat kepercayaan. Ia juga mencetak tiga gol musim lalu meski jumlah assistnya menurun jadi enam buah.

Dan di musim ketiga, nama Pjanic semakin dielu-elukan fans Roma. Kedatangan Strootman dan kembali moncernya De Rossi seakan menjadi pelengkap potensi Pjanic dalam menggalang lini tengah Roma. Tercatat, Pjanic selalu dimainkan sebagai starter oleh allenatore Rudi Garcia dalam delapan pekan awal liga musim ini.

AS Roma

Kepercayaan itu dibalas Pjanic dengan performa apik. Sebuah gol “palonetto” (yang dulunya sering diperagakan Totti) di pekan kedua yang ia cetak ke gawang Hellas Verona membuktikan kecerdasannya dalam membaca situasi permainan. Tambahan, ia juga sudah mengoleksi tiga assist yang melengkapi tiga golnya sejauh musim ini berjalan.

Pilihan untuk tetap membela Roma agaknya memang benar bagi Pjanic. Maklum saja, awal musim ini Barcelona kembali meminangnya dengan uang yang cukup menggiurkan. Untungnya, manajemen Roma dan Pjanic seakan sepakat untuk menolak tawaran tersebut. Pjanic menyatakan sudah kadung cinta Roma dan didukung fakta bahwa Rudi Garcia begitu membutuhkan tenaganya.

Setidaknya, jika Totti pensiun kelak, Roma sudah punya calon penggantinya dalam diri Pjanic. Dengan catatan jika klub bisa mempertahankannya dari godaan klub-klub raksasa Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda