Scroll to Top

Timnas Senior Sering Ganti Pelatih, Ini Komentar Bambang Pamungkas

By Agus Prasetyo / Published on Monday, 21 Oct 2013

Seringnya Timnas Indonesia berganti pelatih membuat salah satu mantan pemain nasional, Bambang Pamungkas angkat bicara. Pemain yang akrab disapa Bepe itu menganggap jika seringnya gonta-ganti pelatih, memiliki pengaruh pada prestasi tim nasional di ajang internasional.

Jika diamati dalam kurun waktu 15 tahun terakhir sejak 1998 hingga saat ini, tercatat Indonesia pernah dibesut 12 orang pelatih.

Berawal dari Rusdy Bahalwan di Piala Tiger 1998, Bernard Schumm (SEA Games 1999), Nandar Iskandar (Pra Piala Asia dan Piala Asia 2000), Dananjaya (Piala Tiger 2000) dan Benny Dolo (Pra Piala Dunia 2001).

Lantas dilanjutkan Ivan Kolev (Piala Tiger 2002, Pra Piala Asia dan Piala Asia 2004), Peter White (Piala AFF 2004, Pra Piala Dunia 2005 dan Piala AFF 2006), serta Ivan Kolev kembali (Piala Asia 2007).

Berikutnya kembali dipegang Benny Dolo (Piala AFF 2008 dan Pra Piala Asia 2009), Alfred Riedl (Piala AFF 2010), Wim Rijsbergen (Pra Piala Dunia 2011), Nilmaizar (Piala AFF 2012).

Lanjut ke tangan Manuel Blanco (Belum sempat memimpin laga timnas), Rahmad Darmawan (Pra Piala Asia 2013), dan sekarang Jacksen F. Tiago (Pra Piala Asia 2013).

Bahkan kini PSSI berencana akan menunjuk pelatih baru selepas laga melawan Irak dalam lanjutan Pra Piala Asia 2015 grup C, di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pada 19 November mendatang.

Dalam konfirmasinya Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono menjelaskan selain Jacksen, PSSI juga mencari nama baru untuk menangani timnas U23.

Posisi Rahmad Darmawan bakal digantikan setelah mengawal Garuda Muda pada SEA Games, 1 hingga 21 Desember 2013.

“Kami tidak halangi melakukan perikatan (dengan klub), tapi efektif mereka bekerja di klub masing-masing setelah tugasnya selesai”.

“Coach Rahmad Darmawan setelah SEA Games dan coach Jacksen setelah tanggal 19 November” tegas Joko Driyono belum lama ini.

Bambang Pamungkas sendiri dalam tulisan di website pribadinya, sedikit mengulas keringnya prestasi sepak bola nasional karena terlalu sering terjadi pergantian pelatih timnas.

“Bandingkan dengan negara tetangga Singapura misalnya yang menggunakan jasa Radojko Avramovic sejak 2003 hingga sekarang (2013)”

“Hal yang ingin saya sampaikan adalah tidak adakah orang di Federasi Sepakbola Indonesia yang berpikir bahwa lama seorang pelatih menangani tim nasional, sangat berpengaruh dengan hasil yang akan diraih oleh tim nasional itu sendiri” ungkap Bambang Pamungkas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda