Scroll to Top

Ismed Sofyan Berharap Zulfiandi & Hendra Sandi Bersinar Di Timnas Indonesia

By Agus Prasetyo / Published on Tuesday, 22 Oct 2013

Pemain senior yang juga pernah menjadi langganan Timnas Indonesia, Ismed Sofyan menaruh perhatian khusus terhadap dua punggawa Timnas U19 Zulfiandi & Hendra Sandi Gunawan.

Pasalnya berkat prestasi Zulfiandi dan Hendra Sandi bersama Garuda Jaya beberapa waktu lalu, nama Aceh kembali terangkat.

“Alhamdulilah harapan saya kalau bisa lebih banyak pemain dari Aceh yang bisa bergabung ke timnas. Dari Aceh minimal ada lima pemain lagi, karena ini untuk sepak bola Indonesia dan buat generasi di Aceh sendiri” ungkap Ismed Sofyan, Senin (21/10/13).

Kehadiran kedua pemain itu di tim asuhan Indra Sjafri, begitu disyukuri Ismed Sofyan. Setelah Fachry Husaini diperiode 1986-1997, Ismed memang jadi penerus pemain berdarah Aceh di timnas Indonesia.

Setelah itu sempat tenggelam perwakilan Aceh di timnas Indonesia. Sampai hadirnya nama Syahrizal Syahbuddin yang sedang diproyeksikan berlaga diajang SEA Gamaes Myanmar akhir Desember mendatang.

Akan tetapi mencuatnya nama Zulfiandi dan Hendra, benar-benar mengangkat hadirnya kembali anak Aceh di Skuad Timnas Garuda.

Terlebih kedua pemain itu menjadi pilar penting membawa timnas U-19 keluar sebagai Piala AFF U-19 serta lolos ke putaran final Piala AFC U-19 di Myanmar 2014.

“Mudah-mudahan anak-anak yang di Aceh juga termotivasi dengan adanya dua pemain timnas U-19 dari Aceh, sehingga pemain-pemain dari Aceh bisa lebih berprestasi ditingkat nasional” tambahnya.

Ismed pun menuturkan alasan minimnya pesepakbola asal Aceh yang mampu menembus timnas Indonesia. Pemain berusia 35 tahun ini menjelaskan, jika kesempatan yang minim jadi kendala utama.

Klub-klub besar Aceh seperti Persiraja Banda Aceh, PSSB Bireun, dan PSAP Sigli dinilainya lebih senang mengontrak pemain di luar Aceh.

“Masalahnya mungkin faktor kompetisinya di Aceh lagi fakum. Artinya tim-tim besar seperti Persiraja, PSAP Sigli, dan PSSB Bireun tidak punya pemain-pemain putra daerah yang solit”

“Mereka selalu mencomot pemain-pemain dari luar Aceh, kondisi itu membuat kesempatan pemain lokal Aceh menjadi minim” pungkas Ismed Sofyan seperti yang dilansir Sindo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda