Scroll to Top

Vertigo adalah Penyakit yang Mungkin Sebatas Gejala dari Penyakit Lain

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 24 Oct 2013

sakit kepala

Vertigo lebih menyakitkan dari sekadar sakit kepala biasa. Penderitanya seakan merasa di penglihatannya berputar hingga tidak jarang turut membuat mual. Otot leher ikut tegang, mata sakit, dan kepala terasa senut-senut.

Banyak sebab dari penyakit ini. Pasalnya, vertigo sebenarnya sebuah gejala yang menyertai adanya penyakit lain dalam tubuh. Hal ini seperti sakit kepala lainnya yang mungkin dipicu oleh flu, sakit gigi, atau hal lain. Namun untuk vertigo mungkin menjadi gejala dari suatu penyakit berbahaya.

Dikutip dari Kompas Health, vertigo dapat muncul saat seseorang mengalami penyumbatan darah ke otak. Sehingga, peristiwa ini membuat pasokan oksigen ke arah otak berkurang drastis. Atau, bisa pula vertigo menunjukkan bahwa penderita mengalami luka di batang otak, tumor atau bahkan kanker otak.

Dalam kasus vertigo karena gangguan sirkulasi darah menuju otak, penyebabnya bisa lebih dari satu faktor. Faktornya antara lain adanya plak pada dinding pembuluh darah, darah yang terlalu kental, hingga dinding pembuluh darah yang sudah mengeras. Penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah ini seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

Oleh karena itu, ketika seseorang mengalami vertigo seharusnya langsung mendapatkan penanganan dokter. Pemicu utama vertigo harus ditemukan agar gejala ini tidak kambuh lagi di kemudian hari. Hanya mengatasi gejala yang muncul bukanlah solusi sebenarnya sebelum pemicu utamanya ketemu. Bahkan, jika tidak ditangani tuntas justru membahayakan nyawa pasien di kemudian hari dengan adanya gejala lainnya.

Orang yang mengalami penyumbatan sirkulasi darah di area kepala, selain bisa mengalami vertigo, dia juga berisiko mendapatkan stroke. Jika penyumbatan ternyata mengenai aliran darah di jantung, maka dia mesti bersiap menerima serangan jantung. Maka, jangan main-main mengobati pasien vertigo dengan obat ala kadarnya tanpa konsultasi dokter. Mungkin penyebabnya adalah penyakit lain yang lebih serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda