Scroll to Top

Mendeteksi Risiko Penyakit dengan Melihat Anggota Tubuh

By Ilham Choirul / Published on Friday, 25 Oct 2013

tangan

Mendeteksi suatu risiko penyakit dapat dilakukan dengan cara yang tidak biasa. Pasalnya, berbagai studi medis yang telah dilakukan menyebutkan bahwa risiko penyakit dapat pula dilihat dari bentuk fisik seseorang. Dikutip dari Genius Beauty, berikut ulasannya:

  1. Bandingkan jari telunjuk dan jari manis. Jika jari telunjuk lebih pendek dari jari manis maka memeiliki risiko terkena ostoarthritis pada lutut dua kali lebih tinggi. Ini menurut hasil studi dari Arthritis and Rheumatism. Pada wanita ditandai dengan tingkat estrogen yang lebih rendah. Program menguatkan kaki bisa menjadi jalan pencegahan.
  2. Mendadak mudah merasakan aroma jeruk, lemon, dan pisang. Studi yang dipublikasikan dalam Annnals of Neurology menyatakan, jika seseorang mendapati dirinya merasakan bau seperti itu padahal tidak ada wujud dari yang dibaui, maka kemungkinan mengalami penyakit Parkinson minimal dalam empat tahun lagi. Penderita Parkinson biasanya ditemui mudah mengidentifikasi bau selama 7 tahun sebelum akhirnya positif dinyatakan terkena penyakit tersebut. Pencegahaannya dapat mengonsumsi minyak ikan yang mendukung fungsi otak.
  3. Kaki yang panjangnya dalam kisaran 20-29 inci untuk wanita, berisiko mempunyai enzim yang mencetuskan penyakit liver. Hal ini menurut studi yang dimuat dalam Journal of Epidemiology and Community Health yang menyatakan bahwa penyakit liver kerap muncul karena pengaruh empat enzim.
  4. Lengan yang pendek berisiko 1,5 kali untuk mengalami penyait Alzheimer. Dalam studi yang dimuat jurnal Neurology mengatakan, lengan pendek ini panjangnya kurang dari 60 inci. Lengan pendek dikaitkan dengan kekurangan gizi di masa kecil yang memengaruhi penurunan kemampuan kognitif otak.
  5. Wanita yang memiliki payudara besar dan harus ditopang dengan bra berukuran D+ memiliki risiko mengalami diabetes 1,5 kali dibanding yang berpayudara lebih kecil dari itu. Menurut jurnal Canadian Medical Association kesimpulan ini telah mempertimbangan berat badan, diet , riwayat keluarga dan faktor penting lainnya.
  6. Ukuran betis yang panjangnya di bawah 13 inci berpeluang memiliki plak karotid penyebab stroke. Hasil ini termuat studi yang dimuat French Journal Stroke. Disarankan minum teh hijau secara teratur untuk pencegahan.

Pemilik golongan darah AB lebih berpeluang mengalami kanker pankreas 44 persen lebih tinggi dibanding golongan darah O.Sementara itu golongan darah O lebih kuat kekebalan tubuhnya, sehingga pemilik golongan  lain sebaiknya mengonsumsi vitamin D lebih teratur untuk peningkatan kekebalan tubuh hingga 40 persen. Demikian menurut studi dari Harvard Medical School.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda