Scroll to Top

Bocah 12 Tahun Retas Situs Komersial dan Kepolisian, Kerugian Capai Rp 660 Miliar

By Ibnu Azis / Published on Saturday, 26 Oct 2013

Hacker

Apa yang dilakukan bocah usia 12 tahun pada umumnya; sekolah, bermain di taman, main game di rumah, atau meretas situs? Terjadi pada tahun 2012 lalu, seorang anak 12 tahun mengaku telah meretas situs komersil dan kepolisian. Bahkan, kerugian yang ada capai Rp 660 miliar.

Jika di Indonesia, usia 12 tahun rata-rata baru masih bersekolah di tingkat dasar (SD). Anak kelas 6 SD jika mampu mengobrak-abrik beberapa situs komersil tentu saja adalah sebuah ‘prestasi’ yang patut ‘dibanggakan’.

Anak ini mengaku telah meretas situs Quebec Institute of Public Health, situs kepolisian Montreal, dan situs pemerintahan Chili. Peretas belia yang tidak disebutkan namanya ini, sebagaimana dikutip dari Softpedia, ternyata baru duduk dibangku kelas 5 SD. Meleset setahun lebih muda dari yang diperkiran.

Passion-nya akan dunia komputer ternyata telah tumbuh subur sejak ia berusia 9 tahun. Apa yang telah ia lakukan ternyata tidak mengandung unsur-unsur politis. Namun, bocah ini intens berhubungan dengan kelompok hacktivist kondang Anonymous.

Ia menyuplai informasi pada kelompok peretas tersebut. Sebagai imbalannya, dirinya mendapat imbalan video game. Bocah ini ‘menyerang’ dengan pola DDOS dan merusak situs serta membocorkan data dari server.

Apa yang dilakukannya tentu tidak senada dengan usianya. Namun, ia tetap dikenakan pasal hukum atas perbuatan penyerangan pada layanan publik, membocorkan data (server), serta menjebol situs. Jika sedari kecil sudah hebat begini, jadi apa bocah ini saat dewasa kelak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda