Scroll to Top

Optimo 1: Mobil Listrik Generasi Ketiga dari Universitas Brawijaya

By Ilham Choirul / Published on Monday, 28 Oct 2013

mobil listrik

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang berhasil membuat mobil listrik generasi ketiga yang diberi nama Optimo 1. Mobil dibuat selama rentang waktusatu bulan dan diawaki 15 mahasiswa. Mobil ini berjenis city car.

Kendaraan yang dirancang Yahya Fahreza tersebut memiliki motor listrik berkapasitas 5.000 watt, 48 volt. Sebagai sumber tenaga digunakan beterai berkekuatan 48 volt, 100 Ah.

Menariknya motor listrik yang digunakan Optimo 1 dilengkapi dengan pendingin liquid. Dengan berjalan memakai kecepatan rata-rata 40 kilometer per jam, bisa dipakai untuk melaju selama 60 menit. Bodinya dari bahan fiber glass dan beratnya hanya 550 kilogram. Panjangnya 280 centimeter dengan lebar 120 centimeter. Tingginya hanya 150 centimeter.

“Radius belok sebesar 4,5 meter, sehingga ketika akan memutar balik tidak membutuhkan tempat yang luas,” kata Yahya, dikutip Antara

Optmo 1 memiliki kerja motor yang lebih ringan dan dapat meredam panas. Hal tersebut disebabkan transmisi daya ke poros roda memakai rantai dengan speed reducer. Ini membuat beban yang muncul dari roda ke motor bisa dikurangi. Sementara pengeremannya memakai hydraulic disc brake system yang ditempatkan pada semua roda.

Dengan demikian, tiga mobil listrik telah lahir dari Universitas Brawijaya, Malang. Dua dari tiga mobil tersebut telah menjalani perlombaan.  Apatte dan Aristo adalah pendahulu dari Optimo 1.

Mobil listrik yang senior yaitu Apatte. Kendaraan ini mengawali debut pada November 2012. Dan, kala itu kendaraan diikutkan dalam perlombaan Indonesia Energy Marathon College (IEMC) 2012 di Surabaya.

Aristo, adalah generasi kedua mobil listrik karya tim Apatte-62. Aristo diproduksi dengan membawa teknologi lebih baru dibanding Apatte. Produksinya ada di Garuda Maintenance Facility (GMF). Aristo diperkenalkan Mei 2013 sebelum mengikuti kompetisi Shell-Eco Marathon (SEM) Asia 2013 di Sirkuit Sepang, Malaysia, dua bulan kemudian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda