Scroll to Top

Banyak Karyawan Stres Akibat Sikap Bos yang Buruk

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 30 Oct 2013

bos marah

Rasa stres dan depresi yang dihadapi pekerja kantor lebih banyak diakibatkan oleh perilaku bos mereka dibanding beban kerja yang dimiliki.  Sebuah survey yang dilakukan oleh Assocham menemukan, 69 persen karyawan perusahaan banyak yang memutuskan berhenti dari pekerjaan lantaran sikap bos atau atasannya langsung yang tidak menyenangkan, atau dimutasi ke posisi baru di perusahaan yang sama. Karyawan sangat muak kepada atasan mereka. Demikian dikutip dari Times of India.

Studi juga menemukan, ketidaknyamanan di tempat kerja juga muncul akibat karyawan diperlakukan sebagai seorang junior yang bisa dipermainkan. Sekitar 42 persen karyawan merasa mengalami bullying di tempat kerja. Sementara itu, ada sekitar 56 persen karyawan mengaku gangguan seperti itu justru muncul dari bos mereka. Keberadaan bos tidak bisa mengayomi tapi justru ingin menang sendiri.

Banyak dari karyawan sebenarnya tidak terlalu bermasalah dengan beban kerja selama menjalankan pekerjaan. Rasa stres karena tugas kantor masih bisa dihadapi mengandalkannya kemampuannya sendiri. Namun, stres karyawan makin meninggi saat mereka merasa tertekan dengan perilaku atasan mereka yang menunjukkan kepribadian buruk. Bahkan, 82 persen karyawan justru lebih senang dengan lingkungan kerja yang baik dibanding semata-mata mengharapkan gaji tinggi.

Dr Manish Jain, seorang psikiater mengatakan, ada tiga jenis kepribadian buruk bos secara umum. Pertama, dia tidak percaya bawahan. Kedua, bos yang sangat hobi melempar berbagai pekerjaan kepada bawahannya dan harus secepatnya selesai. Dan, terakhir, bos merasa tidak aman serta cemas dengan cara bekerja dan pekerjaan bawahan mereka.  Kepribadian ini berbahaya bagi perusahaan dan karyawan.

Padahal, karyawan yang senantiasa stres akan terpengaruh kesehatannya. Mereka lebih berisiko mengalami risiko penyakit jantung dan stroke, meningkatkan risiko insomnia, memiliki depresi dan kecemasan, melemahkan kekebalan tubuh, dan dapat menyebabkan nyeri otot kronis serta migrain.

Oleh karena itu, seleksi karyawan sebaiknya juga memerhatikan faktor kepribadian seseorang dalam bekerja. Sehingga, di mana pun dia memegang jabatan, peranginya tidak sampai membuat lingkungan kerja menjadi buruk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda