Scroll to Top

Topeng Monyet: Sirkus Tradisional yang Menuai Kontroversi

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 30 Oct 2013

topeng monyet

Topeng monyet menjadi isu pemberitaan akhir-akhir ini. Sirkus tradisional dari Indonesia keberadaannya dipermasalahkan. Mereka ibarat pengamen jalanan atau pengemis “jadi-jadian” yang mengotori pemandangan sudut kota, terutama di sekitar lampu lalu lintas. Di Jakarta, topeng monyet jalanan mulai ditertibkan.

Memang tidak lazim sebelumnya jika pentas topeng monyet berada di trotoar jalan. Awalnya mereka berjalan berkeliling kampung menjajakan jasa pentas. Dengan bermain sekitar 10 menit, mereka dibayar Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu. Namun, itu dulu. Tuntutan ekonomi seperti mengubah gaya berdagang penjaja topeng monyet untuk meniru cara pengamen jalanan mendapatkan uang dari pemakai jalan.

Mengusir dan meniadakan topeng monyet di jalanan mungkin terlihat sadis. Ibaratnya, pemerintah seakan menutup jalan rezeki para penjaja itu. Jangan skeptis melihat hal. Beberapa waktu lalu terungkap melalui tayangan investigasi sebuah stasiun televisi swasta, bahwa monyet-monyet yang dipakai pada pentas di pinggir jalan raya sering mendapatkan siksaan dari tuannya.

Monyet ini jika tidak menurut akan diikat tangannya, dipukul, hingga tidak diberi makan. Rantai di lehernya dikunci rapat. Bahkan, mereka dibiarkan kelaparan hingga mau mengikuti perintah tuannya untuk beratraksi. Lebih sadis bukan? Wajar kalau topeng monyet dihapus kalau perlakuan majikan seperti ini.

Menempatkan kasus topeng monyet ini harus sesuai porsinya. Jika pentas tradisional ini memiliki gaya pentas seperti pengamen jalanan, sepertinya memang bukan pada tempatnya. Topeng monyet lebih asik dinikmati sebagai hiburan rakyat ketimbang sekadar mengeksploitasi monyet. Termasuk, sisi kehidupan monyet harus diperlakukan secara layak. Dua pelaku utama sirkus topeng monyet haruslah mengembangkan sikap kerjasama yang saling menguntungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda