Scroll to Top

Rokok Panjang Lebih Berbahaya dari Rokok Ukuran Normal

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 31 Oct 2013

rokok

Produk rokok yang memiliki ukuran lebih panjang dibandingkan ukuran pada umumnya, diketahui jauh lebih berbahaya. Menurut studi yang dilakukan Harvard School of Public Health menunjukkan, rokok yang panjang atau rokok besar (king size) lebih berisiko untuk menimbulkan kanker mulut dan kanker paru-paru daripada rokok biasa.

Kesimpulan ini diambil setelah peneliti membandingkan tes urin pada 3.699 perokok aktif. Di antara mereka ada yang merokok jenis rokok biasa, rokok berukuran besar, dan rokok panjang. Komposisi responden adalah 53 persen menjadi perokok ukuran besar, 31,5 persen penikmat rokok panjang, dan 15,4 persen pecinta rokok biasa. Data diambil dari sebuah survey dalam National Health and Nutrition Examination Surveys (NHANES)y ang dilakukan pada tahun 2007 hingga 2010.

” Kami menemukan bahwa perokok rokok panjang atau ultralong memiliki konsentrasi tinggi karsinogen tertentu pada tembakau dalam urin mereka, dibandingkan dengan perokok rokok ukuran biasa atau king size,” kata Constantine Vardavas, MD, peneliti senior.

Pada mereka yang menyukai jenis rokok panjang atau ultralong, memiliki kandungan NNAL paling tinggi dibanding penyuka dua jenis rokok lainnya. Hal tersebut terlihat dari hasil tes urin. NNAL merupakan indikator adanya zat karsiogen yang memicu kanker di dalam tembakau.

Namun bukan berarti ini menjadi saran untuk lebih memilih rokok selain jenis rokok panjang. Aktivis merokok apapun jenis rokok tetap sama bahayanya terhadap kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda