Scroll to Top

Kaum Muda Jepang Suka Pasangan Virtual dan Enggan Berhubungan Intim

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 31 Oct 2013

pacar virtual

Barangkali sebagian anak muda Jepang mengalami masalah psikologi serius terkait ketertarikan terhadap lawan jenis. Ada tren baru di sana bahwa pasangan virtual lebih menggoda hati, daripada memiliki pasangan sungguhan dan melakukan hubungan intim dengannya. Demikian menurut rilis yang ditulis Genius Beauty.

Dalam sebuah survey ditemukan, hanya ada 27 persen orang Jepang yang terlibat dalam hubungan asmara dan melakukan seks minimal satu kali dalam seminggu. Sementara lainnya jarang atau bahkan tidak melakukan hubungan badan sama sekali. Sebagian anak muda lainnya justru lebih asik “menjalin hubungan cinta” dengan para gadis virtual. Mereka ini disebut otaku (kutu buku).Dan, kehadiran tokoh-tokoh dalam manga dan pesona karakter Hello Kitty telah memengaruhi jumlah orang dewasa yang masih perawan di negara itu.

Namun, hal ini menjadi masalah di Jepang. Populasi orang di negeri Sakura itu diperkirakan menurun sampai sepertiganya dalam 50 tahun mendatang. Di Tokyo, angka kelahiran mencapai 250 ribu anak per tahun. Statistik ini jauh berbeda dibandingkan London yang angka kelahiran per tahun mencapai 135 ribu. Padahal, populasi orang Tokyo adalah 35 juta jiwa, sementara London hanya 8 juta jiwa.

Di antara banyak alasan yang dikemukakan, masalah keengganan generasi muda di sana untuk melakukan hubungan intim bersama pasangan dituding sebagai biang utama. Banyak pria muda yang lebih menjatuhkan cintanya pada sosok-sosok gadis fiktif untuk dijadikan “pasangan”. Parahnya, hal ini juga dilakukan oleh pria dewasa. Alasan para pria untuk memilih hubungan aneh ini yaitu, pasangan virtual tidak akan menuntut untuk dinikahi. Mereka lebih menikmati hidup seperti itu.

Sebaliknya, wanita muda di Jepang juga kurang begitu tertarik melakukan hubungan intin. Sekitar 45 persen dari wanita berusia 18-24 tahun belum ingin melakukan hal tersebut dan dianggap menghina sisi kehidupan. Walhasil saat kebanyakan pria dan wanita muda tidak mau menikah yang berlanjut dengan hubungan intim, maka populasi penduduk Jepang bakal terancam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda