Scroll to Top

Barcelona 50 Pekan Beruntun Jadi Pemuncak Klasemen Liga Spanyol

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 04 Nov 2013

Barcelona 50 Pekan Jadi Pemuncak Klasemen Liga Spanyol

Barcelona dalam dua musim terakhir terus konsisten meraup kemenangan, entah itu bersama pelatih lama Tito Vilanova atau pelatih baru, Tata Martino. Mereka tercatat memuncaki klasemen sejak pekan pertama Liga Spanyol musim 2012-2013, tepatnya pada 19 Agustus 2012, dan tak pernah digeser siapa pun dalam 50 pekan terakhir.

Artinya, margin sembilan poin dari sang juara musim 2011-12, Real Madrid, adalah  catatan terburuk terakhir yang dimiliki oleh Lionel Messi dkk. Sejak pekan ke-38 La Liga dua musim lalu itu, Barca berbenah dan terus melaju. Pada laga pertama musim kemarin, mereka langsung tancap gas dengan kemenangan besar atas Real Sociedad 5-1.

Tiga poin di Camp Nou tersebut menjadikan Barca menjalani salah satu musim termudah mereka. Real Madrid menghancurkan diri sendiri di tahun terakhir Jose Mourinho. Sementara Atletico Madrid, meskipun sempat bersaing dengan Barcelona dalam awal-awal kompetisi, akhirnya terjengkang juga.

Jangan lupakan, musim lalu Blaugrana menorehkan 100 poin. Mereka juga berselisih 15 poin dari Real Madrid yang di akhir kompetisi puas menjadi runner-up. Margin dengan sang peringkat kedua, adalah rekor terbesar dalam sejarah La Liga.

Musim ini, keadaan tak berubah. Barcelona langsung menang besar atas Levante 7-0 di partai pembuka musin 2013-2014. Memang, pasukan Tata Martino sempat berbagi puncak klasemen dengan Atletico Madrid di pekan keempat. Kala itu mereka sama-sama mengumpulkan 12 poin dan punya selisih persis, 14-6.

Namun, seiring dengan perjalanan waktu, Barca kembali memimpin klasemen sendirian. Mereka sempat mengalami masalah kala ditahan imbang 0-0 oleh Osasuna yang merupakan catatan terburuk Tata Martino di liga domestik.

Namun, keadaan itu langsung dibalas oleh deretan kemenangan atas Real Madrid (2-1), Celta Vigo (0-3), dan Espanyol (1-0). Cukup untuk menorehkan 50 pekan di puncak klasemen, dan bahkan mungkin akan lebih lama lagi ….

Kalau bisa 76 pekan, mengapa harus berhenti di angka 50?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda