Scroll to Top

Ombudsman Republik Indonesia, Lembaga Negara Pengawas Pelayanan Publik

By Ibnu Azis / Published on Monday, 04 Nov 2013

Ombudsman Republik Indonesia

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) – dulunya bernama Komisi Ombusdman Nasional (KON) – merupakan lembaga negara yang miliki kewenangan untuk mengawasi pelayanan publik. Sedangkan pelayanan publik yang dimaksud ialah yang diselenggarakan oleh pemerintah, BUMN, BUMD, BHMN, serta swasta dan perseorangan.

Sejarah ORI

Berdiri pada tanggal 20 Maret 2000 Ombudsman Republik Indonesia mulanya bernama Komisi Ombudsman Nasional. Lembaga negara ini miliki tugas mengawasi segala pelayan publik oleh penyelenggara negara.

KON miliki pegangan untuk mendengarkan pendapat kedua belah pihak serta tidak menerima imbalan dari terlapor atau pihak yang dilaporkan. KON juga tak miliki kewenangan untuk menuntut pihak yang dilaporkan. KON hanya miliki kewenangan untuk berikan rekomendasi pada pihak yang dilaporkan untuk lakukan koreksi diri.

Tugas ORI

Dalam melaksanakan kewenangannya, Ombudsman Republik Indonesia miliki tugas-tugas yang termaktub dalam delapan butir poin berikut, antara lain:

  1. Menerima Laporan atas dugaan Maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
  2. Melakukan pemeriksaan substansi atas Laporan.
  3. Menindaklanjuti Laporan yang tercakup dalam ruang lingkup kewenangannya.
  4. Melakukan investigasi atas prakarsa sendiri terhadap dugaan Maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
  5. Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan lembaga negara atau lembaga pemerintahan lainnya serta lembaga kemasyarakatan dan perseorangan.
  6. Membangun jaringan kerja.
  7. Melakukan upaya pencegahan Maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
  8. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh undang-undang.

Anggota ORI

Ombudsman Republik Indonesia miliki sembilan anggota termasuik 1 ketua dan 1 wakil ketua yang dipilih oleh DPR berdasar rujukan Presiden. Anggotanya sendiri langsung ditetapkan oleh Presiden dengan susunan 1 orang ketua, 1 orang wakil ketua, dan 6 orang anggota. Sedangkan nama KON berubah jadi ORI berdasarkan aturan peralihan UU No. 37 Tahun 2008.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda