Scroll to Top

Target Hamil yang Terlalu Cepat Membuat Wanita Tertekan

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 06 Nov 2013

 

stresPasangan yang baru menikah seringkali dihadapkan pada keinginan untuk segera memiliki momongan. Namun tidak semua wanita berhasil melewati fase tersebut dan cenderung menyerah atau stres karena tidak juga diberikan anak dalam rahimnya. Menurut studi dari merek alat kesehatan wanita, Balance Activ, rata-rata wanita mengaku kehilangan kesabaran untuk punya anak setelah melewati enam bulan setelah pernikahannya.

Dikutip dari Times of India, kebanyakan wanita kurang memahami bahwa rentang waktu normal untuk memiliki anak adalah satu sampai dua tahun setelah menikah. Dalam survey itu ditemukan, hanya ada 15 persen wanita yang memahami kerangka waktu kehamilan tersebut.

Sementara itu, ada 43 persen wanita merasa harus bisa hamil dalam rentang enam bulan. Dan, ada 12 persen wanita memiliki target hamil di usia tiga pernikahan tiga bulan. Ekspektasi yang terlalu cepat ini sering menimbulkan masalah tersendiri. Di kala target hamil tidak tercapai, mereka diketahui merasa tertekan dan mungkin depresi.

“Fakta bahwa perempuan memilih untuk memiliki anak di kemudian hari, dikombinasikan dengan harapan pembuahan terjadi dalam beberapa minggu, dapat menambahkan stres dan kecemasan yang rumit. Pada gilirannya dapat menyebabkan masalah sendiri,” kata Corrin Farr, senior manajer pemasaran di Balance Activ.

Keinginan memiliki anak sebaiknya tidak ditarget untuk terjadi dalam waktu singkat. Banyak faktor yang melingkungkupi terjadi pembuahan sel telur oleh sperma. Menunggu sembari berusaha hamil hingga waktu 1-2 tahun terhitung masih wajar. Anda dan pasangan mesti bersabar untuk hal ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda