Scroll to Top

10 Pemain Bergelar “Maradona Baru” (Bagian 1)

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 01 Jun 2011

Diego Armando Maradona adalah pemain Argentina terbaik sepanjang masa. Bersamanya, Argentina berhasil menjuarai Piala Dunia 1978 dan 1986. Di tingkat klub, Maradona juga sukses bersama Boca Juniors, Napoli, dan Barcelona. Maka, kala Maradona sudah pensiun, muncul istilah “Maradona Baru” bagi pemain-pemain Argentina yang tubuh mininya atau gaya permainannya mengingatkan kita pada Si pencetak gol Tangan Tuhan ini. Siapa sajakah mereka?

 

1. Diego Lattore

Lattore adalah pemain pertama yang dilabeli gelar “Maradona Baru”. Sayangnya, striker kelahiran 4 Agustus 1969 ini seperti terperangkap atas gelar tersebut.

Lattore sempat mencicipi bermain di Eropa bersama Fiorentina dan dua klub Spanyol, Terenife plus Salamanca. Namun, Lattore tidak bisa bermain cemerlang di Eropa. Bahkan, di Fiorentina tempat ia bertahan semusim (saat itu bersama kompatriotnya Gabriel Batistuta yang menjadi legenda La Viola) ia hanya bermain 2 kali sepanjang musim.

Di tingkat internasional, Lattore memperkuat Argentina sebanyak 6 kali dan mencetak 1 gol.

 

 

2. Ariel Ortega

Nama berikutnya yang menjadi nominasi Maradona baru adalah si keledai mungil, Ariel Ortega. Tingginya yang cuma 170 cm membuat banyak orang menyamakan Ortega dengan sang pendahulu.

Ortega yang bermain sebagai gelandang serang ini pernah berlabuh ke klub-klub besar di negara Eropa seperti Sampdoria, Parma, dan Fenerbahce.

Namun, kegemilangan Ortega tetap saja ketika ia berada di klub Liga Argentina, River Plate, yang dibelanya dalam tiga kurun waktu (1991—1996, 2000—2002, dan 2006 hingga kini [meski dipinjamkan ke beberapa klub]).

Di tingkat internasional, Ortega sempat mengenakan nomor punggung 10 kala Argentina berlaga di Piala Dunia 1998. Ia juga menjadi pemain regular Argentina dalam beberapa waktu hingga mampu bermain sebanyak 87 kali dan mencetak 17 gol.

 

 

 

3. Marcelo Gallardo

Tubuh mungil Gallardo (cuma 169 cm) menjadikannya sebagai “Maradona Baru” lainnya. Gallardo menjadi pemain utama AS Monaco (Prancis) selama empat musim. Selama di Monaco, Gallardo bermain sebanyak 103 kali dan mencetak 18 gol.

Sebagai gelandang serang, ia memperkuat Argentina dalam Piala Dunia 1998 dan 2002. Gallardo yang mungil selain selalu menjadi otak serangan di tim yang dibelanya, memiliki keahlian dalam urusan tendangan penjuru dan tendangan bebas.

 

 

 

 

 

4. Juan Roman Riquelme

Riquelme adalah playmaker sejati. Kemampuannya dalam membagi bola tidak diragukan lagi. Setelah bermain luar biasa selama enam musim di Boca Juniors, Riquelme langsung mencicipi kerasnya persaingan di Barcelona. Bertahan selama semusim di tim kota Catalan, Riquelme diasingkan oleh pelatih saat itu, Louis van Gaal. Riquelme juga mesti berurusan dengan penculikan adiknya kala merumput di Camp Nou. Cuma semusim di Barcelona, Riquelme hijrah ke Villareal. Di tim Kapal Selam Kuning inilah Riquelme menunjukkan kedigdayaannya kembali seperti saat masih di Boca Juniors. Empat musim di Villareal dan sukses membawa klubnya menembus semifinal Liga Champions, Riquelme akhirnya kembali ke Boca hingga saat ini. Di tingkat negara, Riquelme sukses mengantarkan Argentina menjuarai Piala Dunia U-20 pada 1997 dan meraih emas pada Olimpiade 2008. Total, ia bermain 51 kali untuk Argentina dan mencetak 17 gol.

 

5. Pablo Aimar

Aimar bisa dibilang menjadi yang tersukses dibandingkan empat pemain yang dijuluki Maradona Baru sebelumnya. Setelah diboyong Valencia dari River Plate, Aimar sukses mengantar klub berlambang kelelawar tersebut untuk menjuarai La Liga 2000/2001, Piala UEFA 2004, dan Piala Super Eropa 2004.

Sempat tenggelam kala berpindah klub ke Real Zaragoza, kini Aimar mendapatkan tuahnya kembali bersama Benfica. Aimar sukses mengantarkan Benfica juara liga musim 2009/2010.

Bersama Argentina, didukung Riquelme, Aimar sukses menjuarai Piala Dunia U-20 pada 1997. Aimar total bermain 51 kali untuk Argentina dan mencetak 8 gol. Sayangnya, prestasi Aimar di tingkat internasional hanya membawa Argentina menjadi runner-up Piala Konfederasi 2005 dan Piala Amerika 2007. Dalam dua kompetisi tersebut Argentina dihancurkan oleh musuh bebuyutan mereka, Brazil, di babak final.

 

One thought on “10 Pemain Bergelar “Maradona Baru” (Bagian 1)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda