Scroll to Top

Nasib Merpati Air di Ujung Tanduk?

By C Novita / Published on Thursday, 14 Nov 2013

merpati air

Keberadaan maskapai penerbangan Merpati Air sedang berada di titik yang sangat rawan, dengan tingginya utang yang belum dilunasi oleh perusahaan negara tersebut. Utang yang mencapai Rp 6,7 triliun menyebabkan PT Merpati Nusantara Airlines sulit untuk bertahan dalam mengepakkan sayapnya kembali.

Padahal bila dilihat dari prospek kebutuhan masyarakat, terutama di Indonesia bagian timur terhadap sarana transportasi udara sekelas Merpati yang tinggi, seharusnya hal itu tak boleh terjadi.

Hatta Rajasa selaku Menko Perekonomian menilai bahwa Merpati Air selayaknya diselamatkan karena fungsinya yang masih sangat vital bagi transportasi daerah-daerah perintis di Indonesia Timur tersebut.

“Merpati masih punya prospek karena pasarnya ada, load faktor hingga 85%. Industri jasa penerbangan tumbuh, dan kita kekurangan (penerbangan antar wilayah/provinsi melalui Jakarta). Ini peluang yang harus didorong supaya ongkos logistik tidak mahal, dan membuka konektivitas MP3EI,” ungkap Hatta Rajasa seperti dilansir oleh Liputan6 di Jakarta, Selasa (12/11/2013).

Manajemen PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) sendiri mengusulkan skenario penyelamatan dengan dikonversinya utang mereka menjadi saham. Namun Perusahaan Pengelola Aset (PPA) pesimis dengan usul tersebut dan tetap menyarankan pemerintah agar menutup saja maskapai tersebut.

PT Merpati Air dikabarkan kini harus berhutang hingga Rp 2 miliar lebih per hari kepada PT Pertamina yang memasok bahan bakar avtur untuk pesawat mereka. Bahkan untuk menghemat pengeluaran, perusahaan penerbangan itu harus mencicil pembayaran gaji bagi karyawan mereka.

Bagaimana kelanjutan nasib Merpati Air? Kita tunggu saja kebijaksanaan apa yang akan diterapkan oleh pemerintah dalam menyelamatkan maskapai tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda