Scroll to Top

Fotografi Pre Wedding: Antara Kebutuhan dan Kontroversi Norma Agama

By Ilham Choirul / Published on Friday, 15 Nov 2013

pre wedding

Maraknya fotografi pre wedding belum terlalu lama membudaya di Indonesia. Jenis fotografi ini memang agak unik. Sesuai namanya, secara sederhana memiliki pengertian berfoto yang dilakukan sebelum pernikahan. Namun dalam perkembangannya pengertian ini meluas. Kadang diartikan berfoto dengan konsep tema tertentu di sebuah lokasi oleh pasangan yang hendak melakukan pernikahan. Definisi terakhir ini sebenarnya kurang tepat.

Foto pre wedding seperti sudah membudaya. Banyak pasangan ingin mengabadikan masa sebelum melepas masa lajang dengan berfoto bersama secara mesra. Pemilihan konsep tema tertentu membuat hasilnya sangat menarik. Biasanya hasil tersebut tambah bermakna ketika sudah melewati tahap editing lewat software pengolah gambar. Foto pre wedding kerap ditampilkan pada undangan, acara resepsi, sampai suvenir yang diberikan kepada tamu.

Untungnya budaya foto pre wedding belum menjadi sebuah kebutuhan di negeri ini. Pasalnya, alokasi dana untuk kegiatan ini terbilang tidak murah bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Angkanya bisa mencapai jutaan rupiah di luar biaya pernikahan.

Keberadaan foto pre wedding juga mengundang kontroversi saat bersinggungan dengan norma agama untuk di negeri ini. Dalam Islam, misalnya, belum waktunya bagi pasangan untuk mengumbar kemesraan ketika mereka belum sah sebagai suami istri. Barangkali lebih cocok jika ada pula fotografi after wedding yang memberikan kepastian status pasangan sebagai suami istri di waktu pengambilan gambar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda