Scroll to Top

Tanda-Tanda Pria Belum Matang dalam Hubungan Asmara

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 19 Nov 2013

membersihkan karpet

Memilih pria yang baik itu penting. Salah satu faktor yang mesti dipertimbangkan adalah soal kedewasaan. Faktor ini menjadikan pria akan berlaku lebih bijak dalam segala hal dan kondisi, termasuk pada hubungannya bersama pasangan. Begitu pula ketika sudah bersama sebagai keluarga, pria dewasa dapat diandalkan menjadi pemimpin keluarga yang andal.

Agar tidak terjebak mendapatkan pria kurang dewasa, sebenarnya bisa dikenali dari ciri-cirinya. Berikut ini ciri pria yang belum matang kepribadiannya:

  1. Selalu mengingkari komitmen. Misalnya kerap ketahuan pergi bersama wanita lain atau berkirim pesan untuk merayu. Jika dia memang tidak lagi menghargai komitmen, ada baiknya segera dilepas saja.
  2. Tidak bisa menerima kesalahan. Pria yang tidak dewasa tingkahnya seperti anak kecil. Egoisnya berlebihan dan tidak mau disalahkan kalau berbuat kesalahan.
  3. Malas-malasan untuk bekerja. Pria yang bertanggung jawab akan berusaha menyukupi kebutuhan keluarganya. Jika sikapnya hanya menunggu rezeki dan tidak mau menjemputnya, maka dia adalah pria yang pemalas.
  4. Terlalu sensitif. Pria yang suka bermain hati rata-rata suka emosional. Dia mudah marah, galau, ekspresif, dan tidak mampu mengendalikan diri. Padahal pria diharapkan dapat memberikan pengayoman bagi pasangannya.
  5. Gampang bimbang. Belum bisa dikatakan pria dewasa jika dihadapkan pada permasalahan lantas mudah bimbang. Sikap pria dewasa cenderung mencari solusi dibanding hanya tenggelam dalam kebingungan. Dia mesti mampu sebagai pengambil keputusan.
  6. Terlalu egois. Dia sangat mementingkan urusan pribadinya dibanding kebaikan bersama dengan pasangan. Jika sudah begini, pria cenderung menjadi diktator. Hanya wanita yang sangat kuat hatinya yang mampu menghadapi model pria seperti ini.
  7. Tidak memiliki perencanaan dalam hidup. Dia terlalu “menikmati” hidup sampai lupa mau dibawa ke mana hubungan asmaranya dengan pasangan. Ini sangat fatal. Pasalnya, nasib hubungan akan terombang-ambing dalam ketidakpastian tujuan yang hendak ditempuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda