Scroll to Top

Timnas U19 Jalani Krioterapi Berendam di Es

By Agus Prasetyo / Published on Wednesday, 20 Nov 2013

timnas indonesia u19 latihan maldini pali

Penampilan Timnas Indonesia U19 di dua ajang sebelumnya, memang cukup berstamina. Meski harus melakoni jadwal padat, namun Evan Dimas Cs mampu bermain konsisten hingga turnamen berakhir. Lantas apakah rahasia kebugaran para pemain Timnas U19?

Rupanya Krioterapi dengan berendam di dalam air es, merupakan salah satu rahasia kebugaran anak asuh Indra Sjafri tersebut. Semisal saat TC yang sedang dijalani, para punggawa Garuda Jaya tidak langsung meninggalkan lapangan meski sesi latihan sore itu selesai.

Mereka satu persatu masuk ke dalam drum biru di Hotel Kusuma Agrowisata Kota Batu, sekitar 30 kilometer arah barat dari Kota Malang Jawa Timur.

Mereka berendam di dalam air es beberapa menit. Suhu dingin Kota Batu yang berada pada ketinggian 800 meter dari permukaan laut, tak menjadi alasan aktivitas itu ditiadakan.

Terapi air es ini menurut fisioterapis tim nasional sepak bola U-19, Aditya Prameswara Ardhi bukan hal yang baru di dunia olahraga.

“Saya tidak mungkin memijat mereka semua satu per satu” ungkap Aditya kepada Majalah Detik.

Berendam di air yang suhunya mendekati titik beku ini akan mempercepat pelarutan timbunan asam laktat dalam otot yang terbentuk akibat latihan fisik berat. Jika asam laktat berlebihan, kerja otot bakal terganggu.

Ice bath alias mandi es ini memang lumayan populer di kalangan atlet. Saat berlaga di Piala Eropa tahun lalu, bintang sepak bola dari Prancis, Franck Ribery, berendam di tong untuk menyembuhkan cedera ringan di kakinya.

Tapi tak seperti para punggawa Timnas U19 yang menggunakan air es, Ribery berkubang di cairan nitrogen yang suhunya di bawah nol derajat Celsius. Pemegang rekor marathon putri dari Inggris Paula Radcliffe juga mempunyai kebiasaan yang sama.

“Walaupun pada mulanya es terasa membekukan, kalian akan merasa jauh lebih enak setengah jam kemudian” ungkap Radcliffe.

Bahkan Cristiano Ronaldo seperti yang dikutip El Mundo bulan lalu, rela merogoh kantong hingga 45 ribu euro atau sekitar Rp 700 juta hanya demi membeli tong nitrogen itu.

Dia tertarik memasang tong dingin itu di rumahnya setelah mencobanya di salah satu pusat kebugaran di Kota Madrid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda