Scroll to Top

Gunung Merapi Meletus Kembali, Namun Tak Menimbulkan Korban

By C Novita / Published on Saturday, 23 Nov 2013

Sebuah letusan keras yang terjadi di Gunung Merapi, DIY, pada Senin (18/11/2013) dini hari sempat membuat penduduk sekitar gunung tersebut panik. Terlebih asap tebal berikut hujan abu vulkanik tampak menyembur dan membumbung hingga ketinggian 2 km di atas langit gunung berapi aktif itu.

Sebelum peristiwa erupsi Merapi, sempat terjadi beberapa kali gempa tektonik dari sekitar lokasi yang tercatat oleh alat seismograf di beberapa tempat pemantauan.

“Gunung Merapi meletus keluarkan asap 2 km. Letusan ini dipicu oleh gempa tektonik lokal di bawah tubuh Gunung Merapi. Sebelumnya tidak ada peningkatan aktivitas Gunung Merapi,” terang Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dan dilansir oleh laman Liputan6.

Sebelumnya, Merapi sempat batuk-batuk pada 22 Juli 2013 lalu, dan memiliki jenis erupsi yang sama dengan erupsi terbaru ini. Tipe letusannya adalah freatik, namun letusan yang terbaru kemarin tercatat memiliki kekuatan yang jauh lebih besar.

Letusan freatik terjadi bila ada tekanan uap air yang kuat di bagian lapisan litosfer. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyaknya resapan air yang bersentuhan dengan magma di dalam lapisan gunung berapi. Ini menimbulkan uap air yang makin lama makin banyak serta menekan lapisan penutup kawah, dan menyebabkan letusan.

Penduduk yang bermukim di sekitar lokasi yaitu di Desa Glagaharjo Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Srunen segera saja mengungsi di beberapa titik aman yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Kesigapan ini memang sudah dimiliki oleh masyarakat sekitar Merapi, untuk meminimalkan resiko yang dapat terjadi.

“Kesiapsiagaan masyarakat dan BPBD di sekitar Gunung Merapi yaitu di Boyolali, Klaten, Sleman dan Magelang cukup tinggi merespons letusan tadi,” jelas Sutopo kembali.

Saat berita ini ditulis, kondisi Merapi telah kembali normal dan tidak berbahaya bagi masyarakat sekitar.

“Status masih normal aktif (level I). Saat ini aktivitas gunung pulih kembali. Sedang dilakukan evaluasi di BBPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi),” ujar Sutopo menutup keterangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda