Scroll to Top

Gejala Kanker Serviks yang Perlu Dipahami

By Ilham Choirul / Published on Monday, 25 Nov 2013

serviks

Kanker serviks atau kanker mulut rahim begitu “booming” di zaman modern ini. Keberadaannya tidak kalah populernya seerti kenker payudara, dengan dominasi pasien adalah wanita. Kanker serviks sering kerapkali berujung kematian. Penyebabnya, pasien sering mendapati dirinya terkena kanker ini setelah mengalami stadium lanjut. Padahal jika ditemukan di stadium awal, kemungkinan sembuh masih besar.

Penyebab kanker serviks adalah virus HPV (human pappiloma virus).  Banyak wanita yang terkena HIV-positif ikut terkena kanker ini. Namun wanita umumnya juga dapat mengalamnya. Di Indonesia, dari 40 pasien kanker serviks ada 20 pasien yang harus meregang nyawa.

Wanita perlu memahami gejalanya. Jika gejala terdapat pada diri Anda, sebaiknya coba lakukan tes kesehatan mulut rahim agar terlihat kepastian diagnosanya. Berikut kemungkinan yang terjadi pada fisik pasien kanker serviks:

  1. Keputihan karena penyakit. Tidak semua keputihan itu berbahaya. Namun perlu diwaspadai jika jumlahnya cukup banyak, kental, warna tidak normal, atau bau. Keputihan akibat penyakit menimbulkan rasa gatal.
  2. Rasa sakit di organ kewanitaan. Penyebabnya yaitu virus HPV sudah menyebar dan mengnfeksi. Rasa sakit juga dialami paha, sendi panggul saat haid, buang air kecil, dan saat melakukan seks. Mungkin ini sudah berada daam tahap stadium lanjut. Oleh sebab itu, ada baiknya segera diperiksakan ke dokter.
  3. Keluar darah dari vagina. Jika darah di luar haid terjadi cukup sering, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter kandungan. Begitu pula juga perlu diwaspadai jika keluar darah saat melakukan hubungan suami istri di luar jadwal haid.
  4. Tidak nafsu makan. Orang yang terkena kanker akan memiliki penurunan kekebalan tubuh. Dia mudah cemas atau stres yang dapat menganggu nafsu makannya. Bila penurunan nafsu makan disertai dengan gejala lain dari kanker ini, kemungkinan memang ada masalah dalam mulut rahim.
  5. Bengkak pada bagian kaki. Ciri ini cukup khas terjadi pada kanker serviks. Virus sudah mulai menyerang tubuh dan membuat kaki membengkak tanpa diketahui penyebabnya.
  6. Rasa lelah yang kuat. Rata-rata penderita kanker mengalami tubuh lemah dan mudah lemas. Ini juga terjadi pada pasien kanker serviks.

Cara yang terbaik untuk mengetahui kanker serviks yaitu melakukan skrining. Pengecekan kesehatan serviks saat ini sudah bisa dilakukan sampai di tingkat Puskesmas dengan tarif terjangkau. Disarankan bagi wanita yang telah berusia 21 tahun melakukan tes pap smear tiga tahun sekali. Sementara jika sudah 30 tahun, selain tes pap juga sebaiknya dilakukan tes HPV sampai nanti usia sudah menginjak 65 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda