Scroll to Top

Penularan, Gejala, serta Pencegahan Penyakit Malaria

By C Novita / Published on Tuesday, 26 Nov 2013

penyakit malaria

Penularan penyakit malaria terjadi karena adanya gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa parasit plasmodium. Dalam tubuh inangnya, parasit plasmodium tersebut bertumbuh di organ hati manusia, dan melipat ganda di sana. Malaria bisa juga ditularkan dari ibu hamil ke janinnya, dan dari transfusi darah yang mengandung plasmodium.

Seseorang yang telah terinfeksi penyakit malaria dalam jangka waktu tertentu akan mengalami gejala demam panas tinggi, sakit kepala hebat, menggigil, otot tubuh terasa nyeri, dan mual serta muntah-muntah. Tubuh penderita akan lemas dan kadang disertai dengan diare dan gelisah. Bila suhu tubuh telah turun, penderita akan banyak mengeluarkan keringat yang tak sewajarnya.

Bila memungkinkan, maka secepatnya pasien harus dibawa ke dokter atau rumah sakit terdekat agar mendapatkan pertolongan yang tepat. Ini untuk mencegah terjadinya kemungkinan terburuk sebab penyakit tersebut tergolong berbahaya dan bisa menyebabkan kematian.

Penderita harus mengonsumsi banyak cairan serta nutrisi yang bisa meningkatkan sistem imun tubuhnya. Misalnya air rebusan kacang hijau, susu, sari buah jambu biji, dan madu. Sebaiknya makanan yang dikonsumsi adalah dalam bentuk lembut semacam bubur dan sup.

Sebagai cara paling mudah pencegahan penyakit malaria, maka Anda harus sebisa mungkin menghindar dari gigitan nyamuk anopheles. Untuk daerah-daerah endemik biasanya penduduk menggunakan kelambu, obat nyamuk, atau fogging untuk membasmi nyamuk dewasa. Juga mengonsumsi obat semacam kina sebagai pencegahan dari penularan penyakit tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda