Share

Walang bin Kilon

Walang bin Kilon cuma mengemis setengah bulan, alias 15 hari. Tapi, dari jumlah waktu yang singkat itu, ia sukses mengantongi uang 25 juta, jauh melebihi gaji sekian orang yang banting tulang mati-matian! Mengapa sang pengemis kaya raya ini kemudian kapok dan berhenti dari ‘tambang uang’-nya?

Usia boleh 54 tahun. Tapi Walang bin Kilon beserta sang kawan Sa’aran (60 tahun) membuat orang yang gampang tergiur dengan uang, bakal meneteskan air liur. Pria tua yang tinggal di Subang, Jawa Barat ini berangkat dari kampung halaman ke Jakarta, karena tak cukup punya uang untuk naik haji.

http://www.youtube.com/watch?v=tjntxsSnWh4

Bermodalkan sebuah gerobak usang, Walang dan Sa’aran bermain peran. Mereka menyamar sebagai pengemis. Saaran pura-pura sekarat, butuh pengobatan, dan tergeletak di gerobak. Walang, bertugas mendorong gerobak itu, mencari simpati.

Walang bin Kilon 2

Ajaib, ketika keduanya diamankan oleh petugas Sudin (Suku Dinas) Sosial Pemerintah Kota Jakarta Selatan, terkuaklah sebesar apa penghasilan mereka. Cuma bertualang setengah bulan, uang tunai dengan total Rp 24.448.600,00 didapatkan; dengan dimasukan ke dalam beberapa plastik hitam lusuh.

“Saya sudah daftar haji sama Pak Haji Nanang di kampung. Kemarin 15 hari lalu baru ke Jakarta lagi. Jadi uang itu ya untuk tambahan setor haji,” kata Walang kepada Metrotvnews.com kala ditanyai tentang motivasinya.

Tapi, bukan berarti petualangan mendapatkan 25 juta itu tak punya risiko. Walang dan Sa’aran harus kucing-kucingan dengan petugas. Mereka sengaja beraksi pada malam hari agar tak diciduk. Selain itu, dalam perantauan, Walang juga tak memiliki tempat tinggal tetap. Jadilah gerobak yang digunakannya sebagai tempat bermain peran, digunakan sebagai rumah berjalan.

“Tidak ada kontrakan, ya tidur di jalan atau pinggir toko. Kalau uang sudah banyak kita pulang kampung dulu. Habis mau tinggal di mana lagi?” tambah Walang.

Pria renta ini juga menuturkan, warga di kampung halaman tak mengetahui sepak terjangnya di Jakarta. Kata Walang, mereka hanya tahu dirinya bekerja saja. Walang pun mengaku kapok mengemis lagi. Ia sudah terlanjur disebut ‘Pak Haji’ meski belum melangkahkan kaki ke Kabah.

Lalu, apa cita-cita Walang berikutnya setelah petualangannya di Jakarta berakhir? Dilansir oleh Liputan6.com, pulang kampung adalah pilihan.

“Kapok. Mau jual beli sapi saja di kampung,” tuturnya.

Foto: Metrotvnews.com