Scroll to Top

Perubahan Seni Bercinta Dapat Terjadi Karena Kemampuan Berbahasa Asing

By Ilham Choirul / Published on Sunday, 02 Oct 2011

mengobrol

Apa hubungan kemampuan berbahasa asing dengan perubahan gaya bercinta? Bagi peneliti dari The Hong kong Polytechnic University, kedua hal tersebut berkaitan. Karena, menurut penelitiannya, kemampuan berbahasa asing dapat memicu seseorang mempraktikkan gaya seks yang berbeda.

Penelitian coba difokuskan pada kemampuan berbahasa Inggris. Saat mempelajari kemampuan ini pada mahasiswa, ternyata mereka lebih terbuka dengan sesuatu yang baru dibanding rekan mereka yang masih menggunakan bahasa ibu, yaitu Kanton.

Seseorang lebih percaya diri blak-blakan membahas subjek erotis dengan bahasa asing. Begitu pula, dalam usaha merayu atau mengungkapkan cinta, menggunakan bahasa asing lebih mudah terucap dari lisan. Sepertinya, kata ” i love you” sudah menjadi bahasa universal saat “menembak” lawan jenis ketimbang memakai bahasa asal.

Penelitian yang dimuat “Buletin Kepribadian dan Psikologi Sosial” itu, memang tidak secara tegas mengungkapkan hubungan berbahasa asing dengan gaya seks. Namun,  ada hubungan kemampuan berbahasa asing dengan satu sifat kepribadian, termasuk kepribadian atau gaya bercinta.

“Kemampuan bercinta biasanya diperoleh dari informasi erotis dari bahasa kedua mereka,” ujar Dr.Yvonne K, seorang seksolog dan pakar hubungan manusia, menanggapi hubungan kedua hal tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda