Scroll to Top

Efek Ciuman Bagi Pasangan

By Ilham Choirul / Published on Saturday, 30 Nov 2013

kiss

Ciuman sudah  menjadi kebutuhan bagi pasangan yang telah menikah. Aktivitas ini selain menjadi bumbu pelengkap dalam aktivitas seksual, juga dipercaya membawa beragam manfaat bagi tubuh. Mental dan kerja tubuh sama-sama merasakan dahsyatnya ciuman.

Bagi kesehatan kardiovaskular, misalnya, ciuman mendalam (deep kiss) menjadi pemicu meningkatnya denyut jantung. Kenaikan denyut jantung sampai dua kali lipat. Artinya, sirkulasi darah akan berjalan lebih cepat dibanding saat denyut masih normal.

Di samping itu ketika ciuman akan bereaksi sekitar 34 otot yang ada di wajah. Otot menjadi lebih aktif dan terjaga elastisitasnya. Sementara saat melakukannya, pupil mata cenderung mengecil.

Reaksi tubuh terhadap ciuman ini juga memengaruhi keadaan mental melalui terproduksinya hormon-hormon tertentu. Hormon yang cukup tinggi ditemukan adalah dopamin dan endorfin. Keduanya dikenal sebagai pemicu rasa bahagia. Sehingga, pasangan yang berciuman seringkali diketahui memiliki perasaan senang saat melakukannya.

Ditambah lagi, hormon okstosin juga akan terproduksi. Hormon ini merangsang perasaan nyaman dan tenang. Oksitosin akan menekan pengaruh hormon kortisol yang membuat seseorang merasa stres.

Meski begitu, belum semua pasangan memerhatikan manfaat ini. Padahal ciuman dapat menjadi petunjuk sejauh mana pasangan saling mencintai. Ketika seseorang merasakan cinta yang tulus, biasanya akan mencium dengan cara yang baik dan penuh nafsu. Saat rasa cinta menurun maka ciuman terasa jadi hambar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda