Scroll to Top

Bagaimana Posisi ML Agar Tahan Lama?

By C Novita / Published on Saturday, 30 Nov 2013

posisi ml

Terkadang ada masalah yang dialami oleh pasangan suami istri di kehidupan intim mereka. Salah satunya adalah ML (making love) yang tak tahan lama, sebab suami mengalami ejakulasi dini. Hal tersebut sedikit banyak pasti akan mempengaruhi keharmonisan rumah tangga, juga kemesraan mereka.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi durasi ML yang tak tahan lama. Misalnya kondisi pasutri yang lelah, stamina pasutri tidak fit, kondisi psikologis tidak tenang dan stres, juga terburu-buru saat ML. Atau bisa juga karena suami menderita ejakulasi dini dan gangguan kesehatan lainnya.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut maka ada baiknya Anda komunikasikan terlebih dahulu bersama pasangan, apa yang menjadi masalah dalam kehidupan intim Anda berdua. Setelah itu, baru fokus untuk memecahkan masalah tersebut bersama.

Masalah durasi ML yang tak tahan lama juga dapat disebabkan karena posisi yang Anda pilih. Laman Sheknows menyarankan agar pasutri yang menginginkan durasi ML tahan lama untuk memilih posisi dimana daerah sensitif pria dan wanita tidak terlalu banyak mendapat stimulus. Misalnya bagi wanita, posisi tersebut harus tidak banyak menyentuh daerah klitoris.

Misionaris style sebaiknya dihindari sebab posisi ini kemungkinan besar membuat durasi ML Anda lebih cepat berakhir. Posisi yang dianjurkan adalah doggie style, posisi lotus atau duduk, atau seperti sendok bertumpuk yang mana wanita membelakangi pria.

Anda dan pasangan pun tidak boleh terlalu bersemangat dan menggebu-gebu saat sedang beraksi, sebab ini hanya akan membuat kedua pasangan lekas mencapai klimaks. Santai saja dalam menikmati setiap menitnya, dan berusaha memberikan apa yang dibutuhkan oleh pasangan dengan perlahan.

Lakukan foreplay maksimal 15 menit dengan suasana santai, dan Anda akan mendapatkan durasi ML yang lebih lama. Normalnya pasutri melakukan hubungan intim adalah 45 menit hingga 1 jam. Jika lebih dari itu maka dapat menyebabkan kelelahan atau kesakitan pada pihak wanita.

Yang utama dari sebuah hubungan intim tentu bukan durasi yang terlalu lama, namun adanya kebahagiaan yang dapat direngkuh bersama antara suami dan istri. Setuju, bukan?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda