Share

RFID

Pemasangan RFID (Radio Frequency Identification) sebagai alat monitor BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi, gratis dan tidak ada batas waktu. Demikian yang dicetuskan oleh Ali Mundakir, juru bicara Pertamina sekaligus menepis isu bahwa kendaraan yang dipasangi alat tersebut harus membayar tarif sebesar Rp 200.000,00.

Sebelumnya, sempat beredar pesan singkat yang menyebutkan  bahwa RFIF paling lambat dipasang hingga akhir November 2013. Selebihnya, jika kendaraan tidak memiliki alat tersebut, maka kelak sang pemilik tidak diizinkan untuk mengisi BBM bersubsidi.

Jangan lupa mobil anda dipasang sticker RIFD. Bisa diambil gratis smpai akhir November 2013 ini dgn menunjukkan STNK mobil. Cari Pom bensin yg ada tmpat pemasangan RIFD… Krn tdk semua Pom bensin ada. Lewat dr November dkenakan biaya 200 ribu. RIFD itu digunakan sbg Tanda utk izin pengisian bahan bakar Premium/Solar di mobil anda, apabila tidak memiliki RFID maka anda di tahun depan tidak akan diijinkan mengisi BBM bersubsidi Premium/Solar,” demikian bunyi pesan singkat yang beredar seperti dikutip TEMPO.

Juru Bicara Pertamina, Ali Mundakir dalam keterangan resmi, membantah pesan singkat tersebut. Ia menegaskan tidak ada pungutan untuk pemasangan RFID. Selain itu, tidak ada batasan waktu pemasangan. Masyarakat tidak perlu panik dan mengantre sekian panjang utuk hal ini.

“Tanggal 31 Desember 2013 merupakan target penyelesaian pemasangan RFID untuk kendaraan di wilayah DKI Jakarta. Tetapi pemasangan RFID selanjutnya akan gratis selamanya dan tidak ada batasan waktu,” sebut Ali.

Sjeauh ini, masyarakat dapat melakukan pemasangan RFID di 60 titik yang disediakan, baik di SPBU atau di titik-titik lainnya. Masyarakat yang ingin mengetahui titik-titik tersebut, dapat menghubungi contact center Pertamina 500-000. Langkah lain, memfollow twitter @SMPBBM dan Facebook: SMPBBM. Anda juga bisa melihatnya dalam laman www.pertamina.com.

Saat ini, baru 40.000 unit dari 4 juta target kendaraan di seluruh DKI Jakarta yang sudah dipasangi RFID, alias baru setara dengan 1%. Sedang ada penjajagan agar PT INTI selaku pelaksana, melakukan pemasangan RFID di ruang terbuka publik.

Ditambahkan oleh Ali Mundakir, mobil yang tidak mau menggunakan BBM bersubsidi, tidak perlu dipasangi RFID. Namun, penggunanya otomatis tidak bisa mengisi dengan BBM bersubsidi.