Scroll to Top

Frank Lampard Mencetak Hattrick, Bolton Wanderers Dihajar Chelsea 1-5

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 03 Oct 2011

Frank Lampard Bolton Wanderers 1-5 Chelsea

Selama dua pekan terakhir, Frank Lampard menjadi sorotan. Ia tidak lagi menghuni skuad utama Andre Villas-Boas. Ketika Chelsea berduel dengan Manchester United di Old Trafford, Lampard tak bermain maksimal. Ia mesti rela diganti oleh Nicolas Anelka. Hasilnya bagus. Chelsea bisa mengejar defisit satu gol untuk membuat mereka masih bisa merasakan sesuatu dalam kekalahan 3-1 atas Manchester United

Kemudian, saat Chelsea melumat Swansea City 4-1 di Stamford Bridge, Lampard mesti duduk di bangku cadangan. Andre Villas-Boas tidak menyentuhnya sedikit pun dan lebih memilih Joshua McEachran. Lampard konon tak puas dan memilih meninggalkan tempat duduknya lebih cepat sebelum pertandingan berakhir.

Banyak yang menyebutkan bahwa Lampard sudah hampir habis. Tidak ada jaminan untuk pesepakbola sekelas apa pun untuk selalu menjadi starter. Apalagi di klub sebesar Chelsea. Ada gelandang-gelandang yang lebih segar sementara mantan pemain terbaik Inggris 2004 dan 2005 ini terlalu mudah cedera.

Ketika kondisinya tak baik di tingkat klub, Lampard pun mesti menerima keputusan Fabio Capello. Di timnas Inggris, Lampard bukan lagi menjadi pilihan utama. Capello lebih suka memberikan kesempatan kepada pemain muda. Bagi Capello, penting mencoba orang-orang yang belum tersentuh “kekalahan dan nasib buruk” yang dialami para pemain senior Inggris dalam kompetisi Euro maupun Piala Dunia.

Lampard sempat angkat suara. Ia tidak suka berada di bangku cadangan. Ia ingin bertanding untuk menjamin kesegaran fisiknya. Andre Villas-Boas pun menjawab keluhan sang bintang. Dalam dua pertandingan terakhir, Lampard kembali menjadi pilihan utama. Pemain terjenius di Chelsea ini —setidaknya tes IQ menyatakan demikian— mencetak 4 gol dalam dua laga. Bahkan, terakhir, ia mencetak hattrick ke gawang Bolton Wanderers untuk melumat tuan rumah 1-5.

Meskipun tak bisa tampil 90 menit (dalam dua laga tersebut Lampard selalu diganti), mantan kekasih Elen Rivas ini masih membuktikan bahwa ia belum habis. Didukung tenaga-tenaga “muda” seperti Juan Manuel Mata, Raul Meireles, dan Ramires di lini tengah, Lampard tetap mampu bersaing.

Maka, sementara, Lampard belum habis. Setidaknya hingga akhir musim, Chelsea era Andre Villas-Boas masih sangat membutuhkan jasanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda