10 Klub Terbanyak Juara Liga Italia

Juventus Klub Terbanyak Juara Serie-A

Liga Italia masih merupakan salah satu liga sepakbola terbaik di dunia. Terlepas dari kasus memalukan seperti skandal pengaturan skor yang pernah terkuak pada 2006 atau “loyonya” timnas Italia dalam beberapa tahun terakhir, Serie-A selalu memberikan warna tersendiri dalam setiap musimnya.

Memang, peluang juara terbesar masih dimiliki oleh tiga klub wilayah utara, yaitu Juventus dari Turin dan duo klub Milan, AC Milan dan “saudaranya”, Internazionale. Namun, bukan berarti klub-klub lain tenggelam. Bahkan, pada awal musim ini, AC Milan dan Internazionale malah agak tercecer.

Nah, bicara Liga Italia, tentu bicara tentang sejarah pula. Tercatat, sudah ada 16 tim yang mampu meraih scudetto. Kompetisi Liga Italia yang dimulai pada 1898 pun sudah mengalami banyak perubahan. Mulai sistem round-robin, kompetisi penuh dengan 16 tim, 18 tim, dan terakhir 20 tim sejak tahun 2004 (sebelumnya Liga Italia pernah memakai sistem yang sama pada 1946–1947 dan 1948–1952).

Menariknya, juara pertama kejuaraan sepakbola Italia bukanlah Juventus, Internazionale, atau Milan. Melainkan, klub yang sekarang bergelut di papan tengah Liga Italia, Genoa. Ya, klub yang pernah ditukangi oleh Gian Piero Gasperini ini menjadi juara dalam tiga musim awal (1898, 1899, dan 1900). Bahkan, Genoa adalah kekuatan besar di awal-awal Liga Italia.

Klub-klub lain yang pernah mendapatkan scudetto dan sekarang cuma klub “kecil” adalah Bologna, Torino, Verona, Casale, dan Novese. Namun, yang paling tragis adalah Pro Vercelli. Pernah menjuarai Liga Italia 7 kali, klub ini kini cuma berkutat di Serie D.

 

Berikut ini klub-klub dengan gelar juara Liga Italia terbanyak

 

1. Juventus

Bianconeri boleh kehilangan kekuatan pasca calciopoli. Namun, secara umum, mereka adalah penguasa Serie-A dengan 27 gelar. Pertama kali mereka juara pada 1905 atau pada musim kedelapan liga bergulir. Kemudian, sempat menunggu 20 tahun, Juventus baru kembali merajai Serie-A. Sejak saat itu, setiap dekade, mereka selalu berhasil mendapatkan scudetto minimal sekali.

Dalam 40 tahun terakhir, Juventus mendapatkan 14 gelar juara Liga Italia. Namun, sejak 2002/2003, mereka tak pernah lagi menjadi kampiun. Artinya, sudah hampir sepuluh tahun Si Nyonya Tua merindukan mahkota tertinggi di Italia. Sebenarnya, pada musim 2004/2005 dan 2005/2006, dari hasil kompetisi, merekalah sang nomor satu. Namun, apa boleh buat. Skandal pengaturan skor yang melibatkan petinggi klub membuat gelar tersebut tercabut. Italia tidak memiliki juara pada musim 2004/2005 sedangkan musim berikutnya, gelar jatuh ke Internazionale.

 

2. AC Milan

Duo kota Milan berbagi jumlah gelar juara Serie-A. AC Milan dan Internazionale sama-sama 18 kali juara dan 15 kali menjadi runner-up. Hanya masalah nama saja yang membuat AC Milan berada di posisi kedua dalam tulisan ini. AC Milan yang dahulu begitu ngotot mempertahankan pemain lokal, juara pertama kali pada tahun 1901. Saat itu, mereka mampu mengatasi dominasi Genoa yang sebelumnya juara tiga kali berturut-turut.

Namun, pasca menjuarai liga pada 1907, butuh waktu 43 tahun untuk mereka kembali mendapatkan scudetto (musim 1950/1951). Lagi-lagi, Milan mengalami kekeringan juara hingga akhir 1980-an. Kemudian, ketika trio Belanda: Marco Van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard datang, AC Milan kembali perkasa. Mereka menjuarai Serie-A selama tiga musim berturut-turut (1991/1992, 1992/1993, 1993/1994).

Setelah sempat menenggelam dan lebih sering menjadi runner-up atau peringkat ketiga/empat —setidaknya Milan hampir selalu lolos ke Liga Champions— gelar datang pada musim lalu. Max Allegri sukses membawa penyegaran bagi para pemain tua Milan. Musim ini, mereka masih dijagokan untuk mempertahankan gelar, meski masih berkutat di papan tengah klasemen.

 

3. Internazionale

Inter Milan dibentuk untuk menjawab ketidakpuasan atas kebijakan AC Milan menggunakan pemain lokal. Atas alasan inilah nama klub ini simpelnya “Internazionale”. Saudara belakangan AC Milan ini pertama kali menjuarai Liga Italia pada 1909/1910. Inter sempat menguasai Serie-A pada dekade 1960-an hingga awal 1970-an. Namun, mereka sempat pula terbenam sejak menjuarai liga pada 1988/1989.

Inter sempat berpuasa tak mendapatkan scudetto selama 18 tahun. Sepanjang waktu itu, mereka sudah banyak merekrut pemain-pemain kelas dunia. Mulai dari Ronaldo, Ivan Zamorano, Christian Vieri, hingga Zlatan Ibrahimovich. Kebijakan Massimo Moratti membeli pemain yang musim sebelumnya sukses, hampir menemui jalan buntu.

Calciopoli memberikan hal lain. Inter dianugerahi sebagai juara musim 2005/2006 meski di klasemen akhir Juventuslah pemegang scudetto. Sejak saat itu, baik ketika ditangani Roberto Mancini maupun Jose Mourinho, Inter sukses mempertahankan gelar selama empat musim kompetisi berturut-turut; atau juara lima musim tanpa henti sejak 2005/2006 hingga 2009/2010.

Musim lalu, di tangan Rafael Benitez, Inter melempem. Leonardo, mantan pelatih AC Milan, sempat membantu mereka. Namun, pinangan PSG membuat Leonardo meninggalkan Giuseppe Meazza. Kini, Inter masih tersaruk di papan bawah Serie-A.

 

4. Genoa

Genoa adalah juara lama. Ada kalanya mereka masih mendapatkan penghormatan atas kesuksesan mereka di awal-awal perhelatan kompetisi di Italia. Maklum, dalam delapan musim awal, mereka mendapatkan 6 gelar juara. Tiga gelar pertama didapatkan berturut-turut pada 1898, 1989, dan 1900. AC Milanlah yang memutuskan rekor itu dengan menjuarai liga pada 1901. Genoa kemudian masih tampil impesif dengan tiga gelar juara pada 1902–1904. Lagi-lagi, klub besar (kelak) yang menghentikan pesta juara karena Juventus menyerobot gelar pada 1905.

Namun, sejak 1923/1924, Genoa tak lagi menikmati posisi pemuncak liga. Mereka pun berubah menjadi tim papan tengah, bawah, bahkan berlaga di kasta kelas dua. Delapan “scudetto” yang mereka dapatkan seolah “kurang” bermakna dewasa ini.

Sekarang, Genoa telah beberapa musim kembali ke Serie-A. Namun, puasa gelar lebih dari 108 tahun masih akan berlanjut. Bahkan meski musim 2011/2012 ini sementara mereka masuk ke dalam zona Europa League.

 

5. Bologna

Di bawah Genoa, ada Bologna. Mantan klub Giuseppe Signori ini sudah merebut 7 kali gelar juara Liga Italia. Gelar pertama didapatkan pada musim 1924/1925. Bologna sempat merajai Serie-A pada pertengahan tahun 1930-an hingga awal 1940-an Selama masa itu, mereka empat kali berada di puncak klasemen akhir, yaitu pada musim 1935/1936, 1936/1937, 1938/1939, dan 1940/1941.

Sayang, seperti halnya Genoa, gelar yang banyak di masa lalu, tidak bisa membuat klub ini bertahan. Kini, sepeninggal Signori, Bologna lebih sering menjadi tim yang mudah dihajar tim-tim besar. Pekan lalu, mereka kalah dari Internazionale yang sebelumnya begitu terpuruk. Sementara, Bologna berada di zona degradasi.

Komentar Anda

Leave A Response