Scroll to Top

10 Klub Terbanyak Menjuarai Liga Italia (Bagian 2)

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 03 Oct 2011

Klub Terbanyak Juara Liga Italia

Berikut ini lanjutan 10 klub terbanyak menjuarai Liga Italia.


6. Torino

Pulang-balik Serie-A dan Serie-B adalah hal biasa bagi Torino dalam dekade terakhir. Padahal, pada tahun 1940-an, mereka adalah raja Liga Italia. Torino tercatat mengoleksi 7 gelar juara. 5 gelar diantaranya didapatkan dalam rentang waktu tujuh tahun, yaitu dari 1942/1943 hingga 1948/1949.

Bicara tentang Torino, semua orang tentu mengenal tragedi Superga. Kala itu, pesawat yang membawa rombongan tim mengalami kecelakaan dan semua pemain tewas, termasuk para tulang punggung timnas Italia. Selepas tragedi itu, Torino pun merosot dan semakin tenggelam dari pesaingnya, Juventus.

Terakhir kali Torino mendapatkan gelar juara Liga Italia adalah pada 1963/1964. Artinya, sudah hampir 50 tahun lebih mereka tak berbuat banyak. Namun, mengingat mereka sekarang berkutat di Serie-B, apa boleh buat. Setidaknya, meski menjadi klub utama di Turin, Torino adalah klub “kedua” dibandingkan prestasi Juventus.

 

7. Pro Vercelli

Nama klub ini sangat asing dan tidak ada lagi yang mengenalnya kini. Padahal, Pro Vercelli pernah merajai Liga Italia pada akhir 1900-an hingga awal 1920-an dengan raihan tujuh gelar juara liga. Namun, klub ini kini malah berlaga di Serie-D.

Padahal, pada masa jayanya, Pro Vercelli bahkan mampu menahan imbang klub Inggris, Liverpool, dalam turnamen yang menjadi cikal bakal piala dunia antarklub atau mungkin Piala Champions. Kala itu, Pro Vercelli sebagai wakil Italia berhadapan dengan tiga klub besar dunia dari liga-liga berbeda.

 

8. Roma              

Di bawah Pro Vercelli, ada AS Roma. Klub ibukota ini sudah menjuarai liga tiga kali. Roma pertama kali mendapatkan scudetto sebelum era kekuasaan Torino di liga, yaitu pada musim 1941/1942. Menanti 41 tahun, gelar tersebut kembali hadir ke Roma pada musim 1982/1983.

Musim 2000/2001, di era Francesco Totti, Roma akhirnya mendapatkan gelar ketiga. Sejak saat itu pula Roma selalu memberikan perlawanan sengit pada juara-juara Serie-A musim-musim berikutnya. Meskipun cuma menduduki posisi runner-up, Roma toh mendapatkan salah satu pencapaian tersukses mereka sepanjang sejarah pada dekade 2000-an.

Musim ini, seperti musim-musim sebelumnya pula, Roma tampil “ngadat” di awal musim. Kehadiran pelatih sekelas Luis Enrique, mantan pemain Barcelona dan Real Madrid, belum mampu membawa Roma tampil konstan sepanjang musim.

 

9. Fiorentina

Mantan klub Gabriel Batistuta ini berada di posisi ke-8 dengan raihan 2 gelar scudetto. La Viola mendapatkannya pada musim 1955/1956 dan 1968/1969. Sejak saat itu pula mereka kering prestasi. Sebenarnya pada 1990-an, Fiorentina muncul sebagai kekuatan super di Serie-A. Maklum, selain Batigol, Fiorentina juga memiliki playmaker Portugal, Manuel Rui Costa. Klub ini juga pernah diarsiteki Giovanni Trapattoni.

Namun, krisis keuangan membuat La Viola terlempar ke Serie-C dan sempat berganti nama. Hebatnya, sosok seperti Angelo Di Livio, pemain Italia, masih mau merumput bersama klub ini. Mengingat kelas Fiorentina memang jauh di atas lawan-lawannya, promosi ke Serie-A pun dengan mudah mereka dapatkan.

Musim ini, La Viola memulai start dengan lumayan apik. Namun, puasa gelar selama 42 tahun masih membutuhkan perjalanan waktu yang sangat panjang.

 

10. Napoli

Napoli sama seperti Fiorentina, merasakan dua kali gelar juara. Hal ini terjadi pada musim 1986/1987 dan 1989/1990. Kehadiran Diego Maradona menjadi sebuah momentum luar biasa bagi klub ini.

Stadion San Paolo pernah dikenal cukup angker untuk lawan. Sampai-sampai, sang penerus Diego Maradona, Lionel Messi, bercita-cita untuk bermain di sana. Tentu bukan dengan seragam Napoli, melainkan melawan klub idolanya tadi.

Setelah kepergian Maradona, Napoli mengalami masa buruk. Bahkan, mereka sempat terdegradasi. Barulah pada musim 2007/2008 mereka kembali ke Serie-A dan bertahan hingga saat ini.

Belakangan, klub yang diasuhi Walter Mazzarri ini semakin tampil apik. Musim ini, mereka berhasil masuk ke Liga Champions untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

 

11. Lazio

Sebenarnya, Lazio, Napoli, dan Fiorentina sama-sama meraih 2 scudetto. Bedanya, Lazio cuma tiga kali menjadi runner-up liga. Sementara, Fiorentina 5 kali dan Napoli 4 kali. Gelar pertama Lazio didapatkan ketika klub ini berusia 74 tahun, yaitu pada musim 1973/1974. Lazio sempat terjun bebas dan menjadi klub kecil pada 1980-an. Namun, kehadiran Sergio Cragnotti membawa Biancocelesti menjadi salah satu klub yang disegani pada 1990-an hingga awal 2000-an.

Di bawah limpahan uang Cragnotti, Lazio meraih gelar Piala Winners terakhir (1999). Setahun kemudian, bertepatan dengan ulang tahun ke-100 klub, Biancocelesti mendapatkan scudetto untuk kedua kalinya dengan jalan sangat dramatis. Mereka menang di pekan terakhir sedangkan lawan utama, Juventus kalah.

Musim ini, Lazio berbenah dengan memasukkan dua bomber maut, Miroslav Klose dan Djibril Cisse. Namun, perubahan ini belum mampu memberikan perubahan berarti. Lazio malah tercecer di papan tengah liga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda