Scroll to Top

Kata Kata Mutiara Semangat Sedih Saat Patah Hati

By Ibnu Azis / Published on Wednesday, 04 Dec 2013

Patah Hati

Kumpulan kata-kata mutiara semangat sedih saat patah hati ini pas buat Anda yang saat ini sedang didera putus cinta atau cinta bertepuk sebelah tangan. Perasaan itu tak bisa hilang begitu saja tanpa sebuah tindakan. Jika dilakukan pembiaran justru akan semakin parah dan menusuk.

Sejak begituh cinta, deritanya tiada akhir. Itulah perkataan legendaris Tie Pat Kay dalam serial Kera Sakti (Sun Go Kong). Tie Pat Kay berujar demikian bukannya tanpa alasan. Sebab, ia kerap alami patah hati untuk sekian kalinya selama hidupnya. Bagi Anda yang sering disandera ‘penyakit’ ini, berikut kumpulan kata-kata mutiara semangat sedih saat patah hati.

“Rasa sakit membuatmu lebih kuat. Rasa takut membuatmu lebih berani. Patah hati membuatmu lebih bijaksana. Ambil hikmahnya.”

“Salah satu hal yang menyakitkan tentang patah hati adalah dia tak pernah berteriak hingga tak ada yang mendengarnya kecuali dirimu sendiri.”

“Kuharap engkaulah yang menjadi jawaban dari doaku. Doa serta penantian panjangku di dalam kesepian yg tak berujung ini.”

“Kau yang telah jauh pergi sekian lama dan menghancurkan beribu harapan kini kau datang dengan seuntai senyuman yang semanis dulu.”

“Anda hidup mempertemukan kembali kita kelak, maukah engkau menggenggam lagi tanganku? Memberikan pelukan hangat.”

“Malam tak selamanya sepi. Sekalipun sendiri, aku sadar di ujung sana, ada seseorang yang akan mengulurkan tangannya padaku.”

“Mencoba mengubur sisa-sisa ingatan yang hampa. Namun terkadang semua terus terukir dilubuk hati yang paling dalam.”

“Disini, kumenanti sebuah tatapan yang hanya menatap sebuah alunan melodi dari bisikan nurani sepi yang kumiliki.”

“Dibawah naungan hujan dan diselimuti dinginnya angin malam, tak akan ada rasa lelah yang kurasakan selama senyum itu tetap kutatap.”

“Aku tahu, mungkin aku bukan salah satu yang terbaik diantara mereka. Namun aku tahu, aku punya cara sendiri untuk membuatmu bahagia.”

“Dan diriku terdiam dalam angan, sepi dan menggigil dalam ketakutan. Menyadari bahwa betapa jauh dirimu, betapa sunyi jiwaku.”

“Pernahkah engkau merasakan apa yang kurasakan? Pernahkah kau sadar besarnya rasa yang kuberikan?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda