Scroll to Top

Cerita di Balik Thanksgiving dan Black Friday

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 05 Dec 2013

black friday

Di Amerika, tradisi Thanksgiving biasanya akan dilanjutkan dengan Black Friday. Thanksgiving atau hari pengucapan syukur merupakan adat di AS sebagai wujud menyukuri hadirnya akhir musim panen. Pelaksanaannya biasa dilakukan di bulan November minggu keempat pada hari Kamis. Namun perayaan ini berbeda untuk negara Kanada. Di sana Thanksgiving diadakan bulan Oktober pada hari Senin minggu kedua.

Thanksgiving dijadikan hari libur resmi di AS. Masa perayaannya berlangsung selama empat hari.Bagi para pegawai di sana, perusahaan biasanya akan tetap menggaji mereka pada hari Kamis dan Jumat meskipun libur. Dan, begitu menginjak hari Kamis, toko-toko kerapkali diserbu oleh konsumen karena rata-rata memberikan diskon pembelian yang gila-gilaan.

Hari berbelanja inilah yang disebut Black Fiday. Banyak toko yang buka pagi hari dan melakukan cuci gudang. Sejarahnya, sebutan Black Friday muncul karena pembukuan perdagangan dari para penjual seringkali berubah dari warna merah, atau rugi menjadi hitam atau untung. Mengambil sedikit untung namun dengan omset yang besar memang tetap akan memberikan laba yang signifikan.

Toko-toko yang berpartisipasi dalam Black Friday seringkali menyeluruh. Mulai dari peralatan elektronik, perkaka rumah tangga, makanan, dan semua jenis dagangan hampir rata diberikan diskon oleh penjualnya.  Tidak tanggung, kadang ada pula yang berdiskon sampai 80 persen. Tidak heran jika lantas Black Friday menjadi tradisi belanja nasional tahunan di AS. Konsumen potensial akan ramai menyerbu dagangan dan bukan tidak mungkin akan terjadi relasi jaringan bisnis baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda