Scroll to Top

Nelson Mandela Meninggal, Seluruh Dunia Berduka Cita

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 06 Dec 2013

Nelson Mandela 2

Mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela meninggal di usia 95 tahun. Penyebab kematian Nelson Mandela adalah sakit paru-paru yang sudah dialami selama tiga bulan terakhir. Pemenang Nobel Perdamaian ini meninggalkan sekian kenangan mendalam. Tidak hanya pada para tokoh, tetapi juga seluruh dunia.

Gambaran kehilangan bisa terlihat dari ucapan Presiden Afrika Selatan saat ini, Jacob Zuma. Di depan stasiun televisi nasional setempat, ia menyatakan “bangsa ini kehilangan putra terbaiknya.”

“Yang membuat Nelson Mandela demikian mengesankan, adalah kesejatiannya sebagai manusia. Kita bisa melihat di dalam diri Mandela ada hal-hal yang tercitra pula dalam diri kita.”

Bukan hanya rakyat Afrika Selatan yang kehilangan. Michael Parks, mantan editor Los Angeles Times menyebut, Mandela akan dikenang baik mereka yang di dalam negeri maupun luar negeri, sebagai malaikat dalam dunia politik.

Nelson Mandela 1

Sepp Blatter, Presiden FIFA, juga tak mampu menahan dukanya. Blatter menyaksikan peran sang tokoh besar di Piala Dunia 2010 yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di benua Afrika. Blatter menyebut Mandela sebagai “salah satu humanis terbesar di zaman kita. Ia mengajarkan nilai-nilai sosial dan pendidikan dasar sebagai sekolah kehidupan.”

Sejak berusia muda, Mandela sudah memerangi ketidakadilan dengan bekerja sebagai pengacara dan aktivis politik. Perannya sangat vital untuk menghapus politik apartheid yang merendahkan kaum kulit hitam di Afrika Selatan.

Kharismanya di kemudian hari membuat Nelson Mandela menjadi presiden Afrika Selatan pertama yang berkulit hitam; dan senantiasa mengajak kesetaraan hak bagi seluruh golongan masyarakat.

Sebuah kata mutiara Mandela yang menunjukkan ajaran cinta kasih yang senantiasa didengungkannya, bisa jadi membuat kita menyadari seberapa besar duka dunia kehilangan sosoknya.

Mandela pernah berkata, “JIka Anda ingin berdamai dengan musuh Anda, bekerjasamalah dengannya. Dengan demikian, ia menjadi partner Anda.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda