Scroll to Top

Memendam Emosi Akan Meningkatkan Resiko Kematian Akibat Sakit Jantung dan Kanker

By C Novita / Published on Monday, 09 Dec 2013

memendam emosi

Bila Anda memiliki kebiasaan memendam emosi, misalnya marah atau sedih yang teramat sangat, maka sebisa mungkin hilangkan kebiasaan tersebut. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari Harvard School of Public Health, Amerika Serikat, juga University of Rochester, Amerika Serikat, mengungkap fakta bahwa kebiasaan memendam emosi dapat meningkatkan kemungkinan kematian akibat penyakit berbahaya seperti sakit jantung dan kanker.

Sebaliknya, bagi manusia yang terbiasa mengungkapkan emosi dan perasaan yang mereka rasakan, maka resiko kematian dini akibat penyakit berbahaya tersebut berkurang. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam Journal of Psychosomatic Research

Prosentase peningkatan angka kematian tersebut dikatakan mencapai 35%. Sementara kemungkinan seseorang menderita kanker akibat kebiasaan memendam perasaan mencapai 70%, dan sakit jantung hingga 40%.

Penelitian dilakukan dengan mempelajari data survei kesehatan 796 orang pria dan wanita dengan usia berkisar 44 tahun ke atas. Di tahun 1996, orang-orang tersebut mengisi berbagai pertanyaan survei kesehatan yang diantaranya adalah mengenai kebiasaan mereka menahan emosi.

Dilansir oleh laman Detik dari Dailymail, penelitian tersebut berlanjut hingga 12 tahun kemudian atau tahun 2008, dengan substansi pertanyaan yang sama, juga dengan orang-orang yang dulunya mengikuti survei itu.

Dalam jangka waktu 12 tahun tersebut, ternyata 111 orang dari 769 yang mengikuti semula, sudah meninggal dunia. Penyebab kematian mereka rata-rata adalah sakit kanker, juga sakit jantung.

Peneliti lantas membuat analisa dari hasil survey yang dilakukan terhadap orang-orang tersebut dan hasil analisanya, tingkat kematian yang besar terdapat pada mereka yang memiliki kebiasaan memendam kemarahan dan emosinya.

Teori pun bermunculan seiring hasil tersebut. Sebuah teori berkata bahwa mungkin kebiasaan memendam emosi menyebabkan seseorang melampiaskan emosinya pada alkohol, rokok, juga makan junk food. Ini menyebabkan penyakit berbahaya dengan mudah hinggap.

Teori lain mengatakan bahwa memendam emosi menyebabkan stres, hingga hormon dalam tubuh mengalami ketidakseimbangan dan memicu timbulnya kerusakan sel, menjadi kanker, atau sakit jantung.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda